Bocoran kali ini datang dari sumber yang sudah tidak asing lagi: Evan Blass, pembocor produk teknologi yang—meski sempat mengumumkan pensiun dari dunia leak dua bulan lalu—kembali mengirimkan edisi terbaru “Leakmail”-nya. Ia membagikan tujuh gambar Galaxy Watch Ultra 2 yang memperlihatkan jam tangan pintar itu dalam dua pilihan warna.
Dari gambar yang beredar, perubahan paling kasatmata ada di bagian bezel: kini terdapat angka-angka yang dicetak di sekelilingnya, mirip dengan jam tangan diving tradisional. Lingkaran aksen oranye di tombol utama juga mengecil, dan dua tombol tambahan kehilangan aksen warnanya.
Samsung juga memberi jarak lebih lebar antar ketiga tombol di sisi kanan jam. Ini bisa jadi penyesuaian ergonomis—atau sekadar perubahan estetika tanpa fungsi berarti. Tali jam juga mendapat sentuhan baru, dengan logo “Ultra” tercetak di permukaannya.
Dua varian warna yang bocor adalah bodi gelap dengan semburat biru, dan bodi abu-abu yang lebih terang. Varian gelap dipasangkan dengan tali abu-abu gelap, sementara varian terang menggunakan tali hijau. Keduanya tetap mempertahankan aksen oranye yang menjadi ciri khas lini Ultra.
Di luar tampilan, Blass tidak memberikan informasi spesifikasi tambahan. Namun, jika ada perubahan signifikan dari generasi pertama ke generasi kedua, kemungkinan besar semuanya tersembunyi di dalam—seperti prosesor baru, sensor yang ditingkatkan, atau daya tahan baterai yang lebih panjang.
Galaxy Watch Ultra 2 diperkirakan akan diluncurkan bulan depan, bersamaan dengan jajaran ponsel lipat anyar Samsung. Ini berarti Samsung memilih untuk tidak mengubah formula yang sudah berhasil di pasar smartwatch premium, setidaknya dari sisi desain.
Pertanyaan besarnya: apakah pengguna Indonesia yang sudah membeli Galaxy Watch Ultra generasi pertama akan melihat cukup banyak peningkatan di balik layar untuk melakukan upgrade? Atau Samsung hanya melakukan penyegaran kecil untuk menjaga lini ini tetap segar di rak ritel? Jawabannya baru akan terjawab saat acara peluncuran resmi bulan depan.