Prabowo Kenang Dukungan Petani dan Nelayan saat Prajurit Muda, Sebut Ketahanan Pangan Prioritas Nasional

Penulis: Rizal Fikri  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 16:30:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto hadir di Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.

LAMPUNG — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Gorontalo, Rabu (24/6). Dalam sambutannya, ia tidak hanya berbicara soal program pemerintah, tetapi juga menceritakan pengalaman pribadinya sebagai mantan prajurit yang pernah merasakan langsung peran vital petani dan nelayan.

Kedekatan Emosional Seorang Mantan Prajurit

Prabowo mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kelompok tani dan nelayan. Ia menilai kedua kelompok ini bukan sekadar penghasil pangan, melainkan tulang punggung bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan.

"Tentara waktu itu ditopang dan didukung oleh petani dan nelayan kita di seluruh Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya.

Ia menceritakan, ketika Indonesia baru merdeka dan tentara belum menerima gaji, kebutuhan pangan para pejuang banyak ditopang oleh rakyat di desa-desa. Pengalaman serupa juga ia rasakan saat bertugas sebagai prajurit muda di berbagai daerah dengan kondisi hidup yang serba terbatas.

Pangan sebagai Pilar Kedaulatan Negara

Dari pengalaman itu, Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan harus menjadi prioritas nasional. Ia menekankan bahwa tidak ada negara yang bisa bertahan tanpa kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

"Tidak ada negara bisa bertahan tanpa pangan," ujarnya.

Presiden juga menilai seluruh pemimpin negara harus memahami pentingnya sektor pertanian dan perikanan. Menurutnya, kekuatan sebuah negara pada akhirnya ditentukan oleh kemampuannya memberi makan rakyatnya sendiri.

PENAS XVII: Ajang Strategis Petani dan Nelayan

Pekan Nasional Petani dan Nelayan yang digelar di Gorontalo ini merupakan forum tahunan untuk memperkuat peran sektor agraris dan maritim dalam pembangunan nasional. Kehadiran langsung Presiden di acara ini menjadi sinyal bahwa pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai isu strategis.

Prabowo mengingatkan, perjuangan petani dan nelayan tidak boleh dilupakan. Mereka adalah bagian penting dari sejarah bangsa yang ikut menopang berdirinya Republik Indonesia di tengah keterbatasan anggaran dan sistem pemerintahan yang belum mapan.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top