30 Jabatan Kepala Sekolah di Bandar Lampung Kosong, 24 SD dan 6 SMP Hanya Diisi Plt sejak Lama

Penulis: Rendi Kusuma  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 16:30:41 WIB
jabatan kepala sekolah di Bandar Lampung masih diisi pelaksana tugas sejak lama.

BANDAR LAMPUNG — Tiga puluh sekolah di Bandar Lampung—terdiri dari 24 SD dan 6 SMP—tidak memiliki kepala sekolah definitif. Jabatan itu sementara diemban oleh guru atau kepala sekolah dari institusi lain yang statusnya Plt. Kondisi ini berlangsung hingga pemerintah kota menuntaskan proses administrasi yang kini berada di meja Wali Kota.

Plt Rangkap Jabatan, Beban Kerja Bertambah

Para Plt yang merangkap jabatan harus membagi waktu antara tugas pokok di sekolah definitif dan tanggung jawab tambahan di sekolah yang kosong. Kepala BKPSDM Kota Bandar Lampung, Zulkifli, mengatakan situasi ini kurang ideal bagi pengambilan keputusan strategis di tiap sekolah.

“Selain harus memimpin sekolah definitif, para pejabat tersebut juga menjalankan tugas di sekolah lain yang masih kosong jabatan kepala sekolahnya,” ujar Zulkifli, Rabu (24/6/2026).

Proses Administrasi: Tinggal Tanda Tangan Wali Kota

Menurut Zulkifli, usulan penertiban jabatan sudah diajukan pada masa kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan. Saat ini berkas usulan sudah lengkap dan hanya menunggu persetujuan Wali Kota Eva Dwiana.

“Setelah disetujui, berkas akan langsung diteruskan ke BKN,” kata Zulkifli.

Ia menambahkan, BKPSDM hanya menjalankan proses administrasi sesuai mekanisme. Apabila seluruh tahapan berjalan lancar, puluhan Plt kepala sekolah berpeluang segera dilantik menjadi definitif.

Daftar 30 Plt yang Merangkap Jabatan

Berdasarkan data BKPSDM, berikut nama-nama yang merangkap jabatan sebagai Plt kepala sekolah di Bandar Lampung:

Plt Kepala SD (24 orang): Anjar Adinata (SDN 1 Sukamaju & SDN 2 Keteguhan), Dra. Azmawati (SDN 1 Bumiwaras & SDN 3 Bumiwaras), Hamka (SDN 2 Kotakarang & SDN 1 Tanjung Senang), Heti Puspita Sari (SDN 1 Pecohraya & SDN 2 Sukaraja), Ismail (SDN 2 Rajabasa Jaya), Komala (SDN 1 Kalibalau Kencana & SDN 1 Tanjung Gading), Kusrina (SDN 3 Rawa Laut & SDN 2 Rawa Laut), Lesmi Atika (SDN 3 Kaliawi & SDN 4 Kaliawi), Mahmud Sudarmaji (SDN 1 Way Gubag & SDN 1 Rajabasa Raya), Meliyani (SDN 3 Rajabasa & SDN 1 Gedung Meneng), Melly Gusnita (SDN 2 Pahoman & SDN 1 Pahoman), Muhammad Akbar (SDN 3 Gulak Galik & SDN 1 Gulak Galik), Rohelyati (SDN 5 Talang & SDN 3 Sumur Putri), Rosidin (SDN 1 Talang & SDN 3 Talang), Sahroni (SDN 3 Rajabasa Jaya & SDN 2 Rajabasa), Septriani (SDN 1 Gunung Terang), Siti Patmawati (SDN 2 Sukabumi & SDN 3 Campang Raya), Ubaidillah Fathurrozi (SDN 2 Sukajawa & SDN 4 Sukajawa), Umi Atiyah (SDN 1 Beringin Raya & SDN 2 Beringin Raya), Yuni Purbaningsih (SDN 1 Kaliawi & SDN 1 Kotakarang), Yuseptina (SDN 2 Sumberrejo & SDN 5 Sumberrejo), Lilis Suryan (SDN 4 Sukajawa), Santi Dewi (SDN 6 Gedong Air), dan Ester Zega (SDN 1 Kupang Teba).

Plt Kepala SMP (6 orang): Hendri Irawan (SMPN 11 & SMPN 31), Juwariyah (SMPN 7 & SMPN 24), Nasib Utomo (SMPN 6 & SMPN 3), Nuryah Indarwati (SMPN 16 & SMPN 15), Sunarto (SMPN 32 & SMPN 26), dan T. Kasiono (SMPN 9 & SMPN 4).

Langkah Selanjutnya

Setelah wali kota memberikan persetujuan, berkas usulan akan diteruskan ke BKN untuk diproses sesuai ketentuan teknis. Pelantikan kepala sekolah definitif baru bisa dilakukan setelah seluruh tahapan administrasi selesai. Pemerintah kota menargetkan proses ini tuntas dalam waktu dekat.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top