LAMPUNG — Keyakinan itu disampaikan Marko di tengah persaingan ketat F1 musim ini. Menurutnya, pengalaman dan strategi yang dimiliki Red Bull menjadi modal utama untuk kembali ke jalur kemenangan. "Kami tidak menutup kemungkinan untuk segera kembali ke jajaran depan," ujar Marko, dikutip dari Ligaolahraga.com.
Marko, yang dikenal dengan pandangan tajamnya selama bertahun-tahun di paddock, menilai Red Bull masih memiliki daya saing tinggi. Ia percaya timnya bisa memanfaatkan celah regulasi teknis untuk mengejar ketertinggalan dari rival utama. Meski tidak menyebut tim pesaing secara spesifik, pernyataan ini muncul saat persaingan papan atas kian memanas.
Selain fokus pada performa mobil, Red Bull juga tengah mematangkan rencana promosi pembalap muda. Tim disebut sedang mengincar junior berikutnya untuk dinaikkan ke Racing Bulls, tim saudara yang kerap menjadi batu loncatan ke skuad utama. Langkah ini menunjukkan keseriusan Red Bull dalam menyiapkan generasi penerus tanpa mengorbankan dominasi jangka panjang.
Proses promosi ini menjadi perhatian karena Red Bull memiliki sejarah panjang dalam mengorbitkan talenta muda. Keputusan akhir akan bergantung pada performa konsisten para junior di ajang Formula 2 atau seri pengembangan lainnya.
Kombinasi antara optimisme Marko dan rencana promosi junior menandai babak baru strategi Red Bull. Tim tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan. Dengan potensi perubahan regulasi mesin F1 yang dibahas FIA, Red Bull dinilai perlu bergerak cepat dalam pengembangan teknis dan sumber daya manusia.
Jika skenario promosi berjalan mulus, Racing Bulls bisa menjadi laboratorium balap yang efektif sebelum talenta terbaik naik ke tim utama. Marko pun menegaskan bahwa pintu selalu terbuka bagi pembalap yang menunjukkan performa gemilang.