BANDAR LAMPUNG — Keraguan anggota DPRD Lampung soal eksistensi Dewan Pendidikan Provinsi Lampung mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi V DPRD setempat, Senin (22/6) kemarin. Mardiana, politisi Nasdem, mengaku belum mendapatkan kejelasan soal sumber honor dan operasional lembaga yang diketuai Prof. Syafrimen tersebut.
“Saya kemarin juga sempet tanya ke Pak Kadis, Dewan Pendidikan ini seperti apa untuk menjalankan dan Honornya dari mana, kata Pak Kadis honornya tidak dari kita,” ujar Mardiana dalam RDP itu.
Pernyataan Mardiana merujuk pada informasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang menyebut bahwa honor pengurus Dewan Pendidikan tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini memicu kekhawatiran anggota dewan soal legalitas dan akuntabilitas lembaga tersebut.
“Terus, kalau gak pake anggaran, pake swadaya, intinya gak jelas, ini kan mau seperti apa, jangan sampai dewan Pendidikan ini beda tipis dengan LSM, jangan sampai kesitu,” ungkap Mardiana.
Pernyataan itu menekankan bahwa tanpa kepastian pendanaan dari pemerintah, peran dan fungsi Dewan Pendidikan dipertanyakan. Lembaga ini seharusnya menjadi mitra strategis Pemprov dalam meningkatkan mutu pendidikan, bukan sekadar organisasi yang tidak jelas skema kerjanya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal telah mengukuhkan pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 pada 13 April 2026 lalu. Susunan pengurus baru ini ditetapkan melalui SK Gubernur Lampung Nomor G/36/V.01/HK/2026 dan dipimpin oleh Prof. Syafrimen sebagai Ketua.
Namun, baru sebulan setelah pelantikan, lembaga tersebut sudah mendapat sorotan tajam dari DPRD. Mardiana menilai, jika Dewan Pendidikan tidak memiliki anggaran yang jelas untuk menjalankan tugasnya, dikhawatirkan fungsinya hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata bagi dunia pendidikan di Lampung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Prof. Syafrimen, terkait tudingan yang disampaikan anggota DPRD tersebut.