Peran Baru Lewis Ferguson di Skotlandia: Dari Bayang-Bayang McTominay ke Kunci Lini Tengah

Penulis: Rizal Fikri  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 02:03:02 WIB
Lewis Ferguson tampil sebagai gelandang jangkar utama Skotlandia dalam laga melawan Brasil di Miami.

LAMPUNG — Delapan tahun lalu, Lewis Ferguson baru saja meninggalkan Hamilton Academical sebagai remaja 18 tahun yang menjanjikan. Rabu nanti, ia bisa menjadi penentu sejarah Skotlandia saat berhadapan dengan Brasil di Miami. Dua laga di Grup C sudah membuktikan: Ferguson, bukan Scott McTominay atau John McGinn, yang menjadi mesin paling konsisten racikan Steve Clarke.

Cedera Gilmour Membuka Jalan

Kesempatan datang dari kemalangan. Cedera lutut Billy Gilmour dalam laga uji coba melawan Curacao bulan lalu menyisakan lubang besar di lini tengah Skotlandia. Ferguson diminta mengisi peran sebagai gelandang jangkar di belakang McTominay — dan ia menjalankannya dengan sempurna.

Melawan Maroko, ia tercatat 76 kali menawarkan diri menerima umpan, jauh di atas Che Adams yang hanya 35 kali. Ia juga 15 kali berhasil menembus garis pertahanan Afrika, tertinggi di antara pemain Skotlandia mana pun dalam hal progresi ke depan.

Filosofi 'Pekerja Kotor'

"Bagian yang tidak egois, saya menikmatinya," kata Ferguson kepada BBC Scotland. "Saya mewakili negara saya — saya akan main di peran apa pun. Saya banyak melakukan pekerjaan kotor: menutup ruang, melindungi pemain di belakang, memberi makan pemain di depan. Tekel, duel — itu bagian dari permainan saya."

Peran ini memang membatasi kebebasannya untuk menusuk ke kotak penalti lawan. Namun, Ferguson menegaskan kepuasannya datang dari satu hal: "Selama saya tahu performa saya membuat saya dan pelatih senang, itu cukup. Hanya sedikit orang yang saya dengarkan: diri saya sendiri, pelatih, dan ayah saya."

Warisan Keluarga Ferguson

Sepak bola mengalir dalam darah keluarga Ferguson. Ayahnya, Derek, adalah mantan gelandang Rangers, Hearts, dan Sunderland dengan dua caps Skotlandia. Pamannya, Barry, pernah menjadi kapten Rangers dan Skotlandia — salah satu pemain terbaik era modern yang tidak pernah tampil di turnamen besar seperti keponakannya sekarang.

"Dia di Miami. Saya kirim pesan untuk mengucapkan Selamat Hari Ayah," ujar Ferguson tentang Derek. "Melihatnya bangga dan bahagia — itu yang terpenting. Jika bukan karena dia, saya tidak akan ada di sini. Saya dikeluarkan dari Rangers saat masih sangat muda, tapi dia yang menanamkan keyakinan bahwa jika saya bekerja keras, saya bisa menjadi pemain profesional dan mencapai Piala Dunia. Saya berutang segalanya padanya."

Mengubah Peran Lawan Brasil?

Pertanyaan besar jelang laga melawan Brasil: akankah Clarke mengubah peran Ferguson? Mantan pemain internasional Skotlandia Leanne Crichton menilai sisi positif Ferguson justru terkekang. "Kami mungkin mengambil beberapa kekuatannya. Ia diidentifikasi sebagai gelandang bertahan, padahal ia lebih cocok sebagai box-to-box yang bebas memecah garis pertahanan lawan," ujar Crichton.

Masuknya Kenny McLean sebagai pemain pengganti memberi Ferguson lebih banyak ruang untuk bergerak maju. Crichton menduga Clarke akan memasangkan Ferguson dan McLean sejak awal melawan Brasil untuk membebaskan kapten Bologna itu.

Skotlandia saat ini mengantongi tiga poin. Satu angka dari raksasa lima kali juara dunia itu hampir pasti cukup untuk melangkah ke fase gugur. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Ferguson memainkan perannya di Miami — sebagai jangkar atau sebagai mesin serangan yang dilepaskan.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: bbc.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top