LAMPUNG — Laga yang berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles, Selasa (16/6) waktu setempat, menjadi milik Manzambi sejak menit awal. Pemain muda keturunan Angola itu mencetak dua gol yang tak hanya penting secara hasil, tapi juga layak masuk nominasi gol terbaik turnamen.
Gol pertama tercipta di menit ke-34. Manzambi menerima umpan terobosan di sisi kiri, melewati dua bek Bosnia dengan kecepatan, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang. Kiper Bosnia, Nikola Vasilj, hanya bisa terdiam.
Gol kedua lebih spektakuler lagi. Memasuki menit ke-72, umpan silang dari sayap kanan disambut Manzambi dengan tendangan voli kaki kiri dari tepi kotak penalti. Bola melesat keras ke tiang dekat—tak terjangkau kiper.
Kemenangan ini membawa Swiss mengoleksi tiga poin, naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup H. Mereka tertinggal dari Brasil yang sebelumnya menang atas Kamerun. Bosnia, yang kalah di laga perdana, kini berada di dasar klasemen dengan nol poin.
Pelatih Swiss, Murat Yakin, memuji ketenangan Manzambi di depan gawang. "Dia masih 20 tahun, tapi bermain seperti pemain berpengalaman. Dua gol itu lahir dari kerja keras latihan," kata Yakin dalam konferensi pers usai pertandingan.
Swiss mendominasi penguasaan bola dengan 58 persen dan melepaskan 12 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran. Bosnia hanya mampu mencatat tiga peluang, tak satu pun mengarah ke gawang Yann Sommer.
Bosnia nyaris memperkecil ketertinggalan di menit ke-81 lewat sundulan Edin Džeko, tapi bola membentur mistar gawang. Itu menjadi ancaman terakhir mereka sebelum wasit meniup peluit panjang.
Swiss akan menghadapi Kamerun pada laga kedua Grup H, akhir pekan ini. Kemenangan bisa mengamankan tiket mereka ke babak 16 besar. Bosnia, di sisi lain, harus mengalahkan Brasil jika ingin menjaga asa lolos.
Manzambi, yang kini bersinar di panggung terbesar sepak bola, dipastikan menjadi starter setelah performa impresifnya malam ini.