Setelah bertahun-tahun industri wearable berlomba menambah layar warna-warni dan notifikasi, Fitbit Air mengambil langkah seratus delapan puluh derajat. Perangkat ini hanya berupa modul kecil berukuran 35 x 17 x 8,3 mm yang dimasukkan ke dalam tali kain atau silikon. Tidak ada layar, tidak ada getaran notifikasi yang mengganggu.
Google menyebut pendekatan ini sebagai "low-distraction wearable" — perangkat yang tidak membuat pengguna terus-menerus menengok pergelangan tangan. Sebagai gantinya, semua data olahraga dan kesehatan dikelola melalui aplikasi Google Health yang baru, yang menggabungkan fitur dari aplikasi Fitbit lama dan Google Fit.
Fitur utama yang membedakan Fitbit Air dari pesaing adalah AI Coach. Layanan ini tersedia dalam langganan Premium sebesar 10 dolar AS per bulan (sekitar Rp 160 ribu) atau termasuk dalam paket Google AI Pro seharga 20 dolar AS per bulan yang juga mencakup penyimpanan ekstra dan YouTube Premium Lite.
Dengan berat hanya 11 gram, Fitbit Air nyaris tidak terasa di pergelangan. Sebagai perbandingan, Oura Ring 4 yang merupakan cincin pintar berbobot 7 gram, sementara Samsung Galaxy Watch 8 mencapai 46 gram berikut talinya.
Tali bawaan menggunakan bahan poliester daur ulang dengan sistem pengait hook-and-loop yang memudahkan penyesuaian. Saat berolahraga, pengguna bisa mengencangkannya dalam hitungan detik. Jika basah, talinya cepat kering — detail kecil yang jarang dipikirkan produsen lain.
Google juga menjual tali silikon seharga 35 dolar AS dan tali poliuretan dengan gesper baja tahan karat seharga 50 dolar AS. Semua warna tali — Obsidian, Lavender, Berry, dan Fog — dibuat serasi dengan Google Pixel 10a.
Daya tahan baterai mencapai tujuh hari, dengan fitur pengisian cepat lima menit untuk pemakaian satu hari penuh. Ketahanan air 50 meter membuatnya aman dipakai saat berenang.
Sensor yang tertanam meliputi optical heart rate, akselerometer tiga sumbu, dan sensor suhu. Data yang direkam mencakup detak jantung, langkah, kesiapan tubuh (readiness), kualitas tidur, dan kalori terbakar.
Namun, aplikasi Google Health mendapat kritik. Proses sinkronisasi dengan Fitbit Air disebut lambat, dan antarmuka aplikasi dinilai berantakan serta membingungkan — masalah klasik yang sudah lama menghantui ekosistem kebugaran Google.
AI Coach pada Fitbit Air dirancang untuk pemula dan pengguna kasual. Ia bisa membuat rencana latihan kustom, menafsirkan data kebugaran, dan memberikan motivasi. Tapi bagi atlet atau olahragawan serius yang sudah terbiasa membaca grafik detak jantung dan VO2 max, fitur ini justru bisa terasa membatasi.
Kompetitor langsung Fitbit Air adalah Oura Ring 4 dan Whoop MG — sama-sama perangkat tanpa layar yang mewajibkan langganan. Dari sisi harga, Fitbit Air lebih murah dari Oura Ring 4 (mulai 299 dolar AS) dan Whoop MG (langganan 30 dolar AS per bulan).
Pertanyaan besarnya: apakah pengguna Indonesia yang terbiasa dengan jam tangan pintar multifungsi akan beralih ke gelang "buta" ini? Jawabannya tergantung pada seberapa besar mereka muak dengan notifikasi yang terus berdering di pergelangan tangan.