LAMPUNG — Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan mengungkapkan titik api muncul di bagian kecil atap bangunan yang masih dalam tahap konstruksi. Material yang terbakar, menurut dia, merupakan bahan plastik dan karet yang menghasilkan asap tebal sehingga terlihat besar dari kejauhan.
"Memang ada sedikit keteledoran dari oknum pihak kontraktor sehingga menyebabkan ada bagian kecil di posisi atap yang terbakar," kata Luther saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/6).
Luther menjelaskan proses pemadaman dilakukan secara mandiri oleh tim di lokasi dengan memanfaatkan fasilitas pemadam yang tersedia. Tidak ada dampak berarti terhadap struktur bangunan maupun aktivitas pembangunan pabrik yang tengah memasuki fase finalisasi.
"Tapi setelah pemadaman secara mandiri dan ada fasilitas pemadaman juga, hanya dalam waktu 10 menit selesai," tutur dia.
BYD menegaskan insiden tersebut tidak mengganggu tahapan pembangunan maupun persiapan operasional pabrik. "Aktivitas pabrik tetap berjalan, tidak terganggu, termasuk persiapan finalisasinya," kata Luther.
Sebelumnya, beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap hitam pekat dari bangunan yang belum jadi tersebut. Narasi yang beredar menyebutkan kebakaran diduga akibat puntung rokok dan membuat sejumlah pekerja berhamburan menyelamatkan diri.
BYD membantah narasi tersebut dan menekankan bahwa insiden tergolong kecil serta tidak menimbulkan kepanikan massal. Perusahaan juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Pabrik di Subang merupakan investasi anyar BYD dengan nilai mencapai Rp11,2 triliun. Fasilitas produksi kendaraan listrik itu ditargetkan segera beroperasi dan diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.
Insiden kebakaran ini menjadi perhatian publik mengingat besarnya nilai investasi dan ekspektasi terhadap kontribusi pabrik terhadap perekonomian Jawa Barat. BYD berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap kontraktor guna mencegah kejadian serupa terulang.