TULANG BAWANG — Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kapal nelayan yang ditumpangi tiga orang tengah lego jangkar di perairan Mesuji ketika tiba-tiba dihantam kapal tongkang dari arah samping.
Salah seorang ABK, Awan Setiawan (27), mengaku mendengar suara benturan keras. Saat keluar memeriksa, ia mendapati kapal mereka sudah dalam kondisi darurat. Ketiga awak kapal langsung melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
Dua ABK, Awan Setiawan dan Purwasena (19), berhasil dievakuasi oleh nelayan lain yang melintas di dekat lokasi. Namun nahkoda kapal, Iwan, warga Kuala Teladas, Kecamatan Dente Teladas, hingga kini belum ditemukan.
Menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang ke lokasi. Pada hari kedua, tim gabungan yang terdiri dari personel Pos SAR Tulang Bawang, Polairud Kuala Teladas, TNI Angkatan Laut, dan nelayan setempat menyisir perairan menggunakan perahu karet dan kapal nelayan hingga radius 0,5 nautical mile (Nm) dari garis pantai.
Kepala Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang, Sahrudin, mengungkapkan pencarian terkendala gelombang laut yang cukup tinggi. Kondisi itu menyulitkan petugas menjangkau titik lokasi kejadian secara maksimal. Selain itu, keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah operasi juga menjadi hambatan.
"Hingga akhir pencarian hari kedua, korban masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan pencarian pada hari ketiga sesuai rencana operasi dengan memperluas area pencarian berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction," ujar Sahrudin, Senin (8/6/2026).
Pada tahap selanjutnya, tim SAR Gabungan akan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Setiap unit akan melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan berdasarkan analisis dan prediksi pergerakan korban di laut.
Koordinasi dengan berbagai unsur maritim terus dioptimalkan guna mempercepat proses pencarian dan memperluas penyebaran informasi ke masyarakat pesisir.