BANDARLAMPUNG — Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung Ansori F Citra menyebutkan delapan jamaah haji yang wafat tersebar di lima daerah. Pringsewu menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yaitu dua orang, disusul Lampung Utara dua orang. Sementara itu, Tanggamus, Mesuji, Tulang Bawang, dan Kota Bandarlampung masing-masing satu orang.
Ansori memastikan setiap jamaah yang wafat akan mendapatkan santunan asuransi. Nilainya setara dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini. "Mereka yang wafat akan mendapatkan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini," kata Ansori di Bandarlampung, Sabtu.
Untuk kelompok terbang (kloter) pertama asal Lampung, kepulangan berjalan tanpa kendala. Seluruh jamaah dan petugas pulang dalam kondisi lengkap. "Yang pulang jamaah haji bersama petugas berjumlah 439 sama seperti keberangkatan," ujar Ansori.
Ia menambahkan tidak ada jamaah yang tertinggal di Arab Saudi karena sakit atau keperluan lain. Hal ini menunjukkan koordinasi petugas kloter berjalan efektif.
Ansori menyoroti perbaikan signifikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Data kematian jamaah Lampung turun dari 19 orang pada tahun lalu menjadi delapan orang tahun ini. "Tahun ini pelaksanaan haji jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang wafat ada 19 orang," kata dia.
Tidak hanya angka kematian, kondisi kesehatan jamaah juga disebut lebih stabil. Ansori menuturkan tidak ada jamaah yang keluar masuk rumah sakit selama menjalankan ibadah. "Kemudian mereka yang sakit juga orangnya itu, tidak ada yang keluar masuk rumah sakit," katanya.