Pustakawan dan Mahasiswa Unila Turun ke Sekolah di Lampung Selatan, Gelar Program Literasi Bergerak untuk Tingkatkan Minat Baca

Penulis: Qodri Anwar  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 12:00:31 WIB
Pustakawan dan mahasiswa Unila bersama guru SD Negeri Tanjung Gading dalam program Literasi Bergerak di Lampung Selatan.

BANDAR LAMPUNG — UPA Perpustakaan Unila mengubah pola pengabdian masyarakat di bidang literasi pada tahun ini. Jika sebelumnya program "Literasi Bergerak" hanya melibatkan mahasiswa sebagai penggerak utama, kini para pustakawan kampus ikut terjun langsung ke sekolah-sekolah. Mereka tidak hanya mendampingi, tetapi juga membuka ruang diskusi dengan para pengelola perpustakaan sekolah.

Pustakawan Tak Lagi di Belakang Meja

Kehadiran pustakawan di SD Negeri Tanjung Gading, Lampung Selatan, menjadi titik balik kegiatan pengabdian perpustakaan Unila. Mereka merangkul pengelola perpustakaan sekolah untuk berdiskusi soal tata kelola dan strategi meningkatkan minat baca siswa.

"Pustakawan Unila ingin berkontribusi lebih nyata, supaya kehadiran kami bisa mendorong kemajuan perpustakaan dan kepustakawanan yang akan berdampak juga pada minat baca siswa," ujar Anita Ekarini, S.Sos., M.Si., Pustakawan senior Unila, Kamis (4/6/2026).

Tema "Dari Kampus ke Sekolah" Jadi Jembatan

Program tahun ini mengusung tema "Dari Kampus ke Sekolah: Perpustakaan Unila Bentuk Generasi Cerdas Literasi". Lewat tema ini, Unila ingin membangun keterikatan langsung dengan para guru dan siswa di sekolah yang didatangi.

Kepala UPA Perpustakaan Unila, Bayzoni, S.T., M.T., berharap kegiatan ini bisa memperkuat posisi perguruan tinggi yang hadir dan berdampak langsung ke masyarakat. Menurutnya, silaturahmi antara kampus dan sekolah dasar menjadi langkah awal untuk kemajuan pendidikan.

"Harapan kegiatan Literasi Bergerak dapat membuka silaturahmi bagi kedua belah pihak dan meningkatkan wawasan karena perguruan tinggi diharapkan memberikan dampak terhadap masyarakat secara langsung, baik dari sisi pendidikan dan kemajuan pendidikan kita yang diawali dari tingkat sekolah dasar," ujar Bayzoni.

Mahasiswa Jadi Aktor Utama di Lapangan

Meski pustakawan kini ikut turun, mahasiswa tetap menjadi aktor utama yang mengedukasi para siswa. Mereka tergabung dalam Komunitas Baca Perpustakaan Unila dan bertugas menyampaikan materi literasi dengan cara yang interaktif.

Kolaborasi antara pustakawan dan mahasiswa ini diharapkan bisa memperluas jangkauan dedikasi perpustakaan Unila dari dalam kampus hingga ke akar rumput. Kegiatan serupa direncanakan bakal digelar di sekolah-sekolah lain di Lampung pada tahun-tahun mendatang.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: newsanalis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top