BANDARLAMPUNG — PT Pegadaian Area Lampung menggelar seminar mini pembiayaan porsi haji dan umrah di delapan cabang yang tersebar di berbagai wilayah Lampung selama April hingga Mei 2026. Kegiatan ini menyasar masyarakat umum, nasabah, dan calon jamaah yang ingin memahami perencanaan ibadah ke Tanah Suci melalui skema pembiayaan berbasis syariah.
Delapan cabang yang menjadi lokasi seminar meliputi Cabang Teluk Betung, Metro, Kotabumi, Bandarjaya, Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang Pusat, Kedaton, dan Cabang Syariah Radin Intan. Masing-masing cabang menghadirkan narasumber dari kalangan tokoh agama, praktisi keuangan syariah, hingga perwakilan lembaga terkait.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menyatakan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. “Pegadaian terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah diakses, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa.
Novryandi menambahkan, pihaknya ingin membantu masyarakat memahami pentingnya perencanaan ibadah haji dan umrah sejak dini, termasuk dari sisi finansial. Layanan pembiayaan syariah Pegadaian diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mewujudkan impian berangkat ke Tanah Suci dengan proses yang mudah dan sesuai prinsip syariah.
Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Lampung, Lenny Fetresia Siregar, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti seminar. “Banyak masyarakat yang sebelumnya belum memahami bahwa mendapatkan porsi haji dapat dipersiapkan sejak dini melalui solusi pembiayaan syariah yang aman dan terpercaya dari Pegadaian,” katanya.
Menurut Lenny, edukasi langsung menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk pembiayaan berbasis syariah. “Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahwa Pegadaian tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat finansial yang mendampingi masyarakat dalam merencanakan masa depan,” tutupnya.
Salah satu calon jamaah yang hadir mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti seminar. “Selama ini saya berpikir mengambil porsi haji itu sulit dan membutuhkan biaya besar di awal. Setelah mengikuti seminar ini, saya jadi lebih memahami bahwa Pegadaian memiliki solusi yang mudah dan sesuai syariah,” ungkapnya.
Testimoni serupa disampaikan nasabah yang telah menggunakan program pembiayaan porsi haji. “Alhamdulillah prosesnya mudah, jelas, dan sangat membantu saya untuk mendapatkan nomor porsi haji lebih cepat. Saya merasa lebih tenang karena sistemnya transparan,” ujarnya.
Novryandi menegaskan bahwa semangat Pegadaian dalam mengEMASkan Indonesia diwujudkan melalui penguatan layanan keuangan syariah yang inklusif. “Kami ingin masyarakat memiliki akses pembiayaan yang terpercaya dan sesuai syariah sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merencanakan ibadah haji maupun umrah dengan lebih tenang dan aman,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret Pegadaian dalam mendekatkan layanan keuangan syariah ke masyarakat akar rumput di Lampung. Dengan delapan cabang yang berpartisipasi, jangkauan edukasi diharapkan semakin luas, terutama bagi calon jamaah di daerah yang selama ini kesulitan mengakses informasi perencanaan haji dan umrah.