LAMPUNG — Microsoft menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk mengintegrasikan Copilot ke Windows 11, Microsoft 365, dan GitHub. Namun angka adopsi justru berbanding terbalik dengan besarnya investasi tersebut.
Velloso mengungkapkan, dari total 450 juta pengguna Microsoft 365, hanya 15 juta yang berlangganan Copilot berbayar. Artinya, 96,7 persen pengguna menolak fitur AI premium itu.
"Kurang dari 3 persen pengguna berbayar yang aktif menggunakan Copilot," kata Velloso, dikutip dari Windows Latest. Microsoft sudah menyematkan Copilot langsung di taskbar Windows 11 dan seluruh suite Office.
Angka ini menjadi sorotan karena belanja AI kuartalan Microsoft mencapai 37,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 618 triliun). Dengan adopsi serendah itu, return of investment jelas jauh dari harapan.
Velloso juga menyoroti kegagalan Microsoft mendorong adopsi Neural Processing Unit (NPU) di laptop Windows. Selama setahun, Microsoft meminta OEM menyematkan NPU untuk menjalankan fitur AI canggih.
"OEM berinvestasi besar-besaran pada NPU, tapi tidak ada yang peduli karena tidak ada satu pun use case berharga yang dibangun untuk NPU di Windows dan Office," ujar Velloso.
Pengguna yang membeli laptop dengan NPU tidak mendapatkan manfaat nyata. Fitur AI yang dijanjikan belum hadir secara bermakna di sistem operasi maupun aplikasi perkantoran.
GitHub yang seharusnya menjadi andalan Microsoft di era coding AI justru mengalami penurunan keandalan. Service Level Agreement (SLA) GitHub disebut turun di bawah 90 persen.
Kombinasi biaya operasional (COGS) yang membengkak dan hasil yang belum sesuai ekspektasi membuat pemegang saham mulai mempertanyakan strategi AI Microsoft. Perusahaan kini terpaksa mendengarkan masukan pengguna setelah bertahun-tahun mengabaikannya.
Tekanan internal terlihat dari gelombang hengkangnya eksekutif senior. Julia Liuson, kepala Microsoft Developer Division (DevDiv) yang telah 34 tahun di perusahaan, baru saja mengundurkan diri. Velloso mengomentari kepergian itu dengan nada sinis: "Sepertinya Microsoft baru saja beralih dari 'hit refresh' ke 'hit factory reset'."
Bagi pengguna Windows 11 di Indonesia, situasi ini berarti fitur Copilot yang terpasang di taskbar mungkin tidak memberikan nilai tambah signifikan dalam waktu dekat. Microsoft kemungkinan akan memprioritaskan perbaikan fundamental sebelum meluncurkan fitur baru.