LAMPUNG — Kia telah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk meluncurkan generasi baru Stinger, meskipun rencana tersebut belum akan terwujud dalam waktu dekat. Desain baru ini akan didasarkan pada konsep Meta Turismo, yang merupakan visi Kia untuk sedan sport masa depan yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
Karim Habib, kepala desain Kia, menjelaskan bahwa penundaan ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi untuk kendaraan listrik berkinerja tinggi. Dia juga berharap bahwa harga kendaraan listrik akan semakin terjangkau di masa mendatang, sehingga memungkinkan Kia untuk mewujudkan produksi Meta Turismo yang lebih nyata. "Pada titik ini, ini lebih bersifat strategis," ujarnya.
Stinger sebelumnya, yang diproduksi selama lima setengah tahun hingga dihentikan pada tahun 2023, hadir dengan beberapa pilihan mesin, termasuk mesin 2.0-liter turbo dan 3.3-liter twin-turbo V6. Meskipun tidak mencapai angka penjualan yang diharapkan, Stinger berhasil menciptakan basis penggemar yang setia.
Habib menekankan pentingnya memahami apa yang menarik perhatian generasi muda saat ini. "Kami adalah orang-orang otomotif," katanya. "Kami tumbuh di samping trek balap mendengarkan suara mesin V8, tetapi itu bukan lagi hal yang menarik bagi generasi muda. Mereka lebih terhubung dengan teknologi dan kinerja yang ditawarkan oleh kendaraan listrik." Kia percaya bahwa mereka masih memiliki potensi untuk menciptakan sedan sport yang dapat menarik perhatian pasar yang lebih muda.
Meskipun peluncuran Stinger baru masih dalam tahap perencanaan, Kia tetap optimis untuk kembali ke segmen sedan sport dengan model yang berbasis listrik. Dengan desain yang inovatif dan pemahaman yang lebih baik tentang keinginan konsumen muda, Kia berharap dapat menghasilkan kendaraan yang relevan di masa depan.