Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah di awal pekan, anjlok lebih dari satu persen pada Senin (11/5). Di tengah tekanan di hampir semua sektor, saham kesehatan justru mencatat penguatan signifikan hingga 5,57%, menjadi satu-satunya sektor yang bersinar.
JAKARTA — Pasar modal Indonesia membuka pekan dengan tekanan dalam. IHSG dibuka di level 6.959,94 dan langsung merosot ke 6.894 pada pukul 09.43 WIB, atau turun 1,07%. Level terendah indeks sempat menyentuh 6.846,63, sementara level tertingginya hanya bertahan di 6.968,92.
Data RTI mencatat 455 saham melemah, jauh lebih banyak dibanding 184 saham yang menguat dan 96 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 838.475 kali dengan volume 12 miliar saham dan nilai transaksi Rp 5,7 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 17.407.
Di tengah lautan merah, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan signifikan hingga 5,57%. Sektor infrastruktur juga ikut menguat, meski lebih moderat, yakni 1,38%. Lonjakan ini mendorong beberapa emiten farmasi dan rumah sakit masuk jajaran top gainers.
Saham MEDS melesat 32,48%, disusul IKPM yang naik 29,66%, LABS 24,22%, serta KAEF dan PEHA yang sama-sama menguat 23,12%. Lonjakan ini kontras dengan kinerja mayoritas sektor lain yang justru tertekan.
Sektor energi menjadi yang paling dalam koreksinya, ambles 2,36%. Disusul sektor industri yang terpangkas 1,53%, sektor keuangan melemah 1,37%, dan sektor transportasi turun 1,08%. Sektor basic, properti, serta konsumer siklikal dan nonsiklikal juga kompak memerah.
Emiten perbankan berkapitalisasi besar ikut terseret. Saham BMRI terpangkas 7,34% menjadi Rp 4.290 per saham. Nilai transaksi saham BMRI tercatat paling besar, mencapai Rp 756,8 miliar. Saham AADI juga tergelincir 3,18% ke level Rp 9.125.
Saham ESIP menjadi yang paling anjlok dengan koreksi 14,97%. Disusul ASPR yang merosot 14,91%, SHIP 14,90%, NIKL 13%, dan MGNA 11,76%. Mayoritas saham ini bergerak di sektor yang tertekan oleh sentimen global dan domestik.
Saham PADI menjadi yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan frekuensi, tercatat 48.370 kali. Disusul MEDS 45.545 kali, BMRI 32.840 kali, BUMI 31.516 kali, dan BNBR 24.382 kali.
Pelaku pasar masih mencermati pergerakan bursa Asia Pasifik yang bervariasi serta tekanan nilai tukar rupiah. Dengan IHSG yang sudah kehilangan level psikologis 6.900, support berikutnya berada di kisaran 6.800. Sektor kesehatan tetap menjadi primadona di tengah ketidakpastian, namun investor disarankan mencermati fundamental emiten secara lebih selektif.