LAMPUNG TIMUR — Pemerintah mempercepat transformasi kawasan pesisir melalui penguatan infrastruktur perikanan terintegrasi di Kabupaten Lampung Timur. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengecek langsung kesiapan operasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Jumat (08/05/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres menyisir sejumlah fasilitas vital yang telah rampung dibangun untuk mendukung aktivitas melaut warga. Sarana tersebut meliputi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), gudang beku (cold storage) portabel, hingga pabrik es portabel. Seluruh infrastruktur ini dirancang khusus untuk menjaga rantai dingin hasil perikanan setempat.
Wapres menegaskan bahwa keberadaan KNMP harus memberikan dampak nyata bagi produktivitas nelayan lokal. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat ekonomi pesisir yang modern, mandiri, dan kompetitif. “Maksimalkan fasilitas dan pelayanan, agar masyarakat bisa fokus mencari ikan dan meningkatkan hasil produksi,” tegas Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Integrasi gudang beku dan pabrik es di lokasi ini menjadi jawaban konkret atas kendala logistik yang selama ini menghantui nelayan Labuhan Maringgai. Dengan fasilitas tersebut, nelayan tidak lagi terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga rendah saat produksi melimpah. Kualitas komoditas kini dapat terjaga lebih lama sebelum didistribusikan ke pasar.
Kepala Desa Margasari, Wahyu Jaya, menyatakan bahwa kehadiran KNMP sangat membantu masyarakat mulai dari persiapan melaut hingga pengelolaan pascapanen. Keberadaan gudang beku memungkinkan nelayan menyimpan stok secara lebih efisien dan terorganisir. “Dengan adanya gudang beku, masyarakat dapat menyimpan hasil tangkapannya langsung di sini juga,” ujar Wahyu.
Selain infrastruktur teknis, kawasan KNMP juga dilengkapi dengan sentra kuliner sebagai wadah hilirisasi produk laut. Fasilitas ini disiapkan agar warga pesisir mampu mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Wahyu menambahkan, sentra kuliner tersebut diharapkan menjadi ikon baru yang menonjolkan kekayaan pangan lokal Lampung Timur.
Pemerintah menargetkan optimalisasi komoditas unggulan dari perairan Lampung Timur, seperti ikan bawal, kakap, dan kerapu. Melalui modernisasi ini, Desa Margasari diarahkan bertransformasi menjadi kampung nelayan budidaya yang berdaya saing tinggi di pasar nasional. Fokus utamanya adalah mengubah pola kerja tradisional menuju sistem perikanan yang lebih terukur.
Masyarakat setempat menaruh harapan besar agar pembangunan fisik ini dibarengi dengan manajemen operasional yang konsisten dalam jangka panjang. Keberlanjutan program menjadi kunci utama agar fasilitas yang telah dibangun tidak terbengkalai. “Harapan masyarakat, program ini bisa terus berkelanjutan, tidak hanya menjadi gebrakan sesaat,” pungkas Wahyu Jaya.
Dalam kunjungan ini, Wapres didampingi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah. Turut hadir Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lotharia Latif, untuk memastikan integrasi program pusat dan daerah berjalan selaras.