BANDAR LAMPUNG — Pihak rektorat Universitas Lampung berkomitmen menanggung kerusakan kendaraan mahasiswa setelah insiden pohon tumbang akibat angin kencang di area parkir depan UPA Bahasa Unila. Tim Sarana dan Prasarana (Sarpras) telah membersihkan lokasi kejadian guna memastikan aktivitas akademik kembali berjalan normal.
Kepala Bagian Umum Unila, Edwin, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan lapangan, terdapat delapan unit kendaraan bermotor yang mengalami kerusakan. Seluruh pemilik kendaraan telah teridentifikasi untuk proses penanganan lebih lanjut oleh pihak kampus.
“Kami sudah mendata delapan mahasiswa yang terdampak, terdiri dari empat mahasiswa FISIP dan empat mahasiswa FH. Daftar kerusakan dari kategori sedang hingga berat sudah kami inventarisasi untuk proses selanjutnya,” jelas Edwin.
Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (BPKHM) Unila, Dr. Budi Sutomo, menegaskan bahwa kesejahteraan mahasiswa menjadi prioritas. Namun, proses bantuan harus tetap mengikuti prosedur administrasi keuangan negara yang berlaku di lingkungan universitas.
“Kami sangat memahami kesulitan mahasiswa yang terdampak. Saat ini, Unila sedang menyiapkan mekanisme bantuan agar proses perbaikan kendaraan dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai koridor yang berlaku,” ujar Dr. Budi Sutomo.
Dukungan yang diberikan berupa perbaikan unit secara langsung di bengkel atau mitra yang ditunjuk, bukan dalam bentuk uang tunai. Kebijakan ini diambil agar pertanggungjawaban anggaran tetap mematuhi aturan birokrasi dan regulasi hukum.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Unila melalui Tim Taman dan Lingkungan mulai melakukan audit menyeluruh terhadap pepohonan di area kampus. Fokus utama penyisiran adalah pohon-pohon tua yang dinilai rawan tumbang saat cuaca ekstrem melanda.
Langkah strategis tersebut meliputi tindakan pemangkasan atau topping pada dahan pohon yang membahayakan fasilitas publik. Selain itu, evaluasi rutin terhadap sarana prasarana ditingkatkan guna menjamin keamanan sivitas akademika selama beraktivitas di lingkungan kampus.
Pihak kampus juga mengeluarkan imbauan agar seluruh mahasiswa dan staf meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras dan angin kencang di wilayah Bandar Lampung.