Ekonomi Lampung Tumbuh 5,58 Persen di Triwulan I 2026, Tertinggi 5 Tahun

Penulis: Surya Dinata  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 22:10:08 WIB
Ekonomi Lampung tumbuh 5,58 persen pada triwulan I 2026, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

BANDARLAMPUNG — Ekonomi Provinsi Lampung mencatatkan performa impresif pada awal tahun 2026 dengan pertumbuhan sebesar 5,58 persen secara year-on-year (y-on-y). Angka ini melampaui tren pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya dan menempatkan Lampung di posisi strategis regional.

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan paling signifikan, yakni mencapai 12,43 persen. Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh aktivitas produksi domestik dan stimulus kebijakan pusat.

"Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada kategori akomodasi makanan dan minuman sebesar 12,43 persen tersebut terjadi karena di dorong adanya program Makan Bergizi Gratis," ujar Ahmadriswan di Bandarlampung, Selasa.

Dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah (PK-P) tumbuh pesat hingga 13,84 persen akibat percepatan realisasi program strategis nasional. Selain Makan Bergizi Gratis, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih turut memberikan dampak positif pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Mobilitas Masyarakat dan Peningkatan Kunjungan Wisatawan

Peningkatan ekonomi juga didukung oleh mobilitas warga yang semakin tinggi selama triwulan pertama tahun ini. Kunjungan wisatawan nusantara ke Lampung terpantau melonjak sebesar 25,55 persen, yang dibarengi dengan kenaikan jumlah penumpang di berbagai moda transportasi.

Secara keseluruhan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku mencapai Rp132.361,94 miliar. Berdasarkan harga konstan 2010, nilainya menyentuh Rp73.439,55 miliar.

Posisi Lampung di Wilayah Sumatera

Meskipun tumbuh tinggi secara tahunan, ekonomi Lampung mengalami kontraksi sebesar 1,08 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV 2025 (q-to-q). Penurunan terdalam terjadi pada sektor jasa lainnya serta pengeluaran konsumsi pemerintah yang terkontraksi 31,02 persen secara kuartalan.

"Pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2026 ini menjadi yang tertinggi kedua di seluruh Sumatera setelah Kepulauan Riau sebesar 7,04 persen. Dan Lampung berkontribusi 9,72 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera," tambah Ahmadriswan.

Sektor tanaman pangan dan peternakan tetap menjadi penopang utama produksi domestik di wilayah ini. Aktivitas di sektor kehutanan dan perikanan juga menunjukkan tren positif yang memperkuat fundamental ekonomi daerah pada awal tahun.

Reporter: Surya Dinata
Back to top