BANDARLAMPUNG — LSP IIB Darmajaya menyambangi LSP Polinela untuk menggali pengalaman dalam kepengurusan, tata kelola, mekanisme kerja, dan prosedur operasional lembaga sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi. Rombongan dipimpin Kepala UPT Bahasa dan Pelatihan IIB Darmajaya, Cahyani Pratisti, bersama Staf Senior LSP IIB Darmajaya Meiliza dan staf Hendri Purnomo.
Kedatangan mereka disambut Ketua LSP Polinela, Ir. Eko Subyantoro, beserta jajaran. Pertemuan berlangsung interaktif dan membahas sejumlah aspek pengelolaan LSP, mulai dari pembagian tugas hingga pelaksanaan sertifikasi profesi.
Diskusi kedua lembaga menyoroti struktur kepengurusan, mekanisme kerja, dan prosedur operasional LSP. Pembahasan juga mencakup pelaksanaan sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi.
LSP IIB Darmajaya memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar pengalaman soal tantangan dan praktik pengelolaan lembaga sertifikasi profesi. Informasi yang diperoleh diharapkan menjadi referensi dalam penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan sertifikasi.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan bertukar pengalaman, khususnya mengenai kepengurusan dan prosedural LSP di lingkungan perguruan tinggi. Kami berharap hasil dari studi banding ini dapat menjadi masukan dalam penguatan tata kelola LSP IIB Darmajaya,” ujar Cahyani.
Cahyani menilai komunikasi dan kolaborasi antarlembaga sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi perlu terus dibangun. Pertukaran pengalaman memberi perspektif baru dalam pengembangan kelembagaan sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan sertifikasi profesi.
Dari sisi Polinela, Eko menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan itu menjadi ruang berbagi pengalaman dalam pengelolaan dan pelaksanaan sertifikasi profesi.
“Kami menyambut baik kunjungan dari LSP IIB Darmajaya. Forum seperti ini penting untuk saling bertukar pengalaman dan berdiskusi mengenai bagaimana LSP dikelola serta menjalankan prosedur sertifikasi di perguruan tinggi,” ungkap Eko.
Diskusi kedua lembaga juga mencakup upaya penguatan layanan sertifikasi kompetensi agar pelaksanaannya berjalan efektif. Layanan itu dinilai perlu mendukung kebutuhan perguruan tinggi serta pemangku kepentingan.
Bagi LSP IIB Darmajaya, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengembangan dan penguatan kelembagaan. Berbagai informasi dan pengalaman dari LSP Polinela diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi untuk meningkatkan pengelolaan LSP di lingkungan IIB Darmajaya.
Kunjungan tersebut juga membuka peluang terjalinnya komunikasi dan kolaborasi lebih erat antara kedua lembaga, terutama dalam berbagi pengetahuan terkait penyelenggaraan sertifikasi profesi di perguruan tinggi.