JAKARTA — Partai Gerindra buka suara soal pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang sempat menyinggung kemungkinan percepatan pesta demokrasi 2029. Juru bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa isu tersebut tidak masuk dalam pembahasan internal partai dan dinilai terlalu dini untuk diperbincangkan.
"Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas," kata Sugiat saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (25/8).
Menurut Sugiat, mengamankan dan mengawal program-program yang telah dicanangkan Presiden Prabowo jauh lebih prioritas dibandingkan mengurus agenda politik lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa seluruh energi partai saat ini diarahkan untuk memastikan setiap program berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Pernyataan Sugiat ini sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di publik terkait arah politik nasional setelah Budi Arie berbicara mengenai momentum politik yang bisa berlangsung lebih cepat. Gerindra memilih berseberangan dengan narasi tersebut dan tetap berpegang pada prioritas pemerintahan saat ini.
"Yang kami fokuskan saat ini adalah mengamankan dan mengawal program-program Pak Prabowo yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," tegasnya.
Sikap ini diambil di tengah hiruk-pikuk pemberitaan nasional yang mengaitkan pernyataan Budi Arie dengan manuver politik tertentu. Gerindra justru ingin menunjukkan soliditas dan konsistensinya dalam mendukung penuh jalannya roda pemerintahan.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mempersilakan seluruh pihak untuk mengonfirmasi langsung maksud dari pernyataan percepatan pemilu tersebut kepada Budi Arie. Sugiat menegaskan bahwa hanya Budi Arie yang mengetahui maksud dan tujuan dari wacana yang ia lontarkan.
"Jadi terkait pernyataannya, hanya Budi Arie yang tahu sendiri maksudnya apa, silakan ditanya ke yang bersangkutan, kita tidak terpengaruh dengan itu," ujar Sugiat.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan jarak antara Gerindra dan wacana yang digulirkan oleh ketua umum organisasi relawan pendukung Presiden tersebut. Gerindra enggan digiring pada perdebatan yang dianggapnya tidak produktif di tengah fokus kerja pemerintahan.
Sebelumnya, Budi Arie melalui unggahan di akun Instagram ott_othetrack sempat berbicara mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu yang berlangsung lebih cepat. Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah politik nasional menjelang akhir periode pemerintahan.
Meski demikian, respons tegas dari Gerindra ini menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pembahasan percepatan pemilu di internal partai. Seluruh kader dan jajaran pengurus dipastikan tetap solid mengawal program-program Prabowo Subianto hingga tuntas, jauh sebelum memikirkan agenda elektoral berikutnya.