Kebakaran Hutan di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Berhasil Dipadamkan, 200 Personel Gabungan Dikerahkan

Penulis: Rizal Fikri  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:14:32 WIB
Personel gabungan memadamkan titik api di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Sabtu (22/8) malam.

BANDARLAMPUNG — Titik api di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku selama lebih dari tiga jam. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengonfirmasi bahwa api dinyatakan padam pada pukul 19.30 WIB, Sabtu (22/8) malam.

"Alhamdulillah, titik api di kawasan Taman Nasional Way Kambas berhasil dipadamkan pada pukul 19.30 WIB. Personel gabungan bekerja maksimal untuk memastikan api tidak kembali meluas," kata Yuni saat dihubungi di Bandarlampung, Minggu.

Medan Berat dan Angin Kencang Jadi Kendala Utama

Proses pemadaman sempat terkendala kondisi geografis lokasi kebakaran yang sulit dijangkau. Hembusan angin kencang juga membuat api cepat merambat ke area lain, sehingga tim harus bergerak cepat untuk memblokir titik api agar tidak semakin meluas.

Pemadaman yang dilakukan sejak pukul 16.00 WIB itu mengerahkan personel dari berbagai unsur. Mulai dari Polres Lampung Timur, Kodim 0429/Lamtim, Brimob Polda Lampung, hingga Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) diterjunkan ke lokasi.

Selain itu, petugas TNWK, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, dan relawan juga turut serta dalam operasi pemadaman tersebut.

Pembasahan Lahan Digencarkan untuk Cegah Api Muncul Lagi

Meski api telah padam, petugas tidak serta-merta meninggalkan lokasi. Yuni menegaskan bahwa proses pembasahan lahan yang terbakar masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam semak atau material kering.

"Setelah api berhasil dipadamkan, personel langsung melakukan pembasahan di lokasi. Ini untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala dan mencegah munculnya kembali titik api," ujarnya.

Langkah ini dinilai krusial karena kondisi kawasan TNWK masih berpotensi mengalami kebakaran susulan. Sisa bara yang tertutup abu atau dedaunan kering bisa kembali menyala jika tidak dibasahi secara menyeluruh.

Patroli dan Penyisiran Kawasan Terus Dilakukan

Selain pembasahan, petugas TNWK juga melakukan penyisiran dan patroli di sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini untuk memastikan tidak ada titik api lain yang belum terdeteksi dan berpotensi berkembang menjadi kebakaran baru.

"Kami tetap melakukan pemantauan dan patroli. Tim TNWK menyisir kawasan untuk memastikan tidak ada titik api lain yang belum terdeteksi," kata Yuni.

Sinergi antar-instansi disebut menjadi kunci utama dalam penanganan karhutla kali ini. "Sekitar 200 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam penanganan karhutla ini," pungkasnya.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top