Laba Ciputra Life Naik 95% ke Rp99,3 Miliar di Semester I-2026, Premi Tumbuh 53%

Penulis: Surya Dinata  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:52:01 WIB
Laba Ciputra Life pada semester I-2026 mencapai Rp99,3 miliar, naik 95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

LAMPUNG — Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, mengungkapkan bahwa kinerja tersebut merupakan hasil dari strategi perseroan yang berfokus pada kualitas pertumbuhan. "Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan risiko secara prudent," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah tantangan kondisi ekonomi dan geopolitik global yang masih membayangi pasar asuransi jiwa domestik. Meski demikian, Ciputra Life berhasil membukukan premi sebesar Rp387,6 miliar pada enam bulan pertama tahun ini, meningkat signifikan dari Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Aset dan Investasi Tembus Rp1 Triliun

Posisi keuangan perseroan juga menunjukkan akselerasi yang solid. Hingga akhir tahun buku 2025, total aset Ciputra Life mencapai Rp1,3 triliun, menembus level psikologis Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Pertumbuhan aset ini tercatat 29% dibandingkan posisi akhir 2024.

Sejalan dengan itu, total investasi perusahaan juga berhasil menembus angka yang sama, yakni mencapai Rp1,1 triliun dengan pertumbuhan 30%. Adapun total ekuitas perseroan kini berada di posisi Rp312,3 miliar, melesat 64% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Fokus pada Profitabilitas dan Permodalan

Pencapaian ini mencerminkan upaya manajemen untuk menjaga ketahanan fundamental di tengah persaingan industri yang ketat. Dengan ekuitas yang menguat, Ciputra Life memiliki ruang lebih besar untuk ekspansi bisnis tanpa mengorbankan rasio solvabilitas atau tingkat kesehatan keuangan (RBC) yang menjadi pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagi pemegang polis, penguatan rasio permodalan ini menjadi sinyal positif atas kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban klaim di masa depan. Sementara bagi calon investor, pertumbuhan laba yang hampir dua kali lipat menunjukkan efektivitas strategi underwriting dan manajemen investasi perseroan.

Hengky menambahkan, perseroan akan terus memantau pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi alokasi aset untuk mengoptimalkan imbal hasil investasi. Langkah ini dinilai krusial mengingat tekanan suku bunga global dan volatilitas pasar keuangan yang masih berlanjut hingga paruh kedua 2026.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top