BANDAR LAMPUNG — Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menegaskan 27 laporan PHK yang masuk sejak awal tahun hingga Agustus 2026 belum mengindikasikan adanya gelombang pemutusan kerja massal. Meski begitu, ia mengakui sektor jasa mendominasi laporan tersebut, disusul sektor perdagangan dan sebagian kecil industri.
"Kebanyakan itu adalah sektor jasa. Termasuk juga ada sektor perdagangan dan juga sebagian industri. Tapi yang paling banyak sektor jasa," kata Agus di Bandar Lampung, Senin (17/8/2026).
TPT Lampung Masih di Bawah 4 Persen, tapi Pengangguran Naik 2.130 Orang
Agus menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Lampung masih berada di bawah 4 persen. Menurutnya, data tersebut belum menunjukkan dampak PHK berskala besar di provinsi ini.
Namun, catatan BPS yang dirilis pada Agustus 2026 justru menunjukkan tren sebaliknya. Jumlah pengangguran di Lampung pada Mei 2026 mencapai 204.450 orang, meningkat 2.130 orang dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 202.320 orang.
Lulusan Diploma dan Universitas Mendominasi Angka Pengangguran
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, memaparkan TPT pada Mei 2026 mengalami peningkatan 0,02 persen poin secara periode bulanan. Kondisi paling memprihatinkan terjadi pada lulusan pendidikan tinggi.
"TPT tamatan Diploma I/II/III/Universitas merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 7,92 persen," jelas Ahmadriswan, Kamis (6/8/2026) lalu.
Data BPS juga menunjukkan kesenjangan signifikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. TPT perkotaan mencapai 6,15 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang hanya 2,54 persen.
35 Ribu Orang Terserap, tapi Angkatan Kerja Baru Terus Berdatangan
Agus menjelaskan, berdasarkan data BPS yang dipublikasikan pada Agustus 2026, sekitar 35 ribu orang telah terserap ke lapangan kerja. Namun, fluktuasi pasar kerja tetap terjadi karena meningkatnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).
"Ini semua tentu fluktuasi dengan adanya peningkatan TPAK, yaitu orang-orang yang baru lulus dari sekolah lanjutan ataupun dari pendidikan S1 maupun Diploma yang masuk ke pasar kerja," jelasnya.
Program Magang Nasional Jadi Andalan Serap Fresh Graduate
Menghadapi tantangan ini, Disnaker Lampung memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat melalui program magang kerja nasional. Program ini menyasar para lulusan baru atau fresh graduate, termasuk mereka yang baru lulus hingga satu tahun.
Agus berharap peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan magang mampu membuka dua peluang bagi pencari kerja: masuk ke dunia industri atau mengembangkan usaha mandiri. "Diharapkan dengan pelatihan dia bisa wirausaha mandiri atau dia bisa masuk ke dunia industri," katanya.
Disnaker juga membuka pintu bagi kelompok masyarakat, pemerintah desa, BUMDes, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), hingga perguruan tinggi untuk mengajukan proposal pelatihan. Bahkan kalangan media pun disebut bisa mengusulkan pelatihan jurnalistik.
"Termasuk media dan wartawan bisa untuk membuka pelatihan-pelatihan jurnalistik yang nanti kita atur bagaimana prosesnya dengan mengajukan proposal ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung yang akan kita kirimkan ke Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia," pungkasnya.