LAMPUNG — Laga yang tampil seperti "tribute act" Premier League ini menyajikan drama yang tidak terduga. West Ham sempat unggul lewat sundulan Maximilian Kilman dan gol Manor Solomon, namun Burnley yang tampil agresif sejak awal tidak pernah menyerah. Flemming menjadi pahlawan tuan rumah dengan eksekusi penalti dan sundulannya di masa injury time.
Burnley sebenarnya tampil lebih mengancam sepanjang 45 menit pertama. Skuad asuhan Nicky Hayen, yang merayakan ulang tahunnya yang ke-46 pada hari pertandingan, menunjukkan intensitas permainan yang tinggi. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka tertinggal lebih dulu.
Gol West Ham lahir dari kombinasi umpan silang Jarrod Bowen dan kesalahan marking Aaron Ramsey. Kilman, bek yang sempat dikritik habis-habisan sejak pindah dari Wolves dengan nilai £40 juta, dengan mudah menanduk bola masuk ke gawang. Sebelum turun minum, Burnley tercatat melepaskan tujuh tembakan namun hanya satu yang mengarah ke gawang.
Memasuki babak kedua, Burnley kian gencar menekan. Flemming nyaris menyamakan kedudukan tiga kali lewat sundulannya, satu di antaranya membentur tiang gawang. West Ham justru memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik, sebuah strategi yang sempat berbuah manis.
Mohamadou Kanté menjadi aktor utamanya. Pemain muda itu mempermalukan Marcus Edwards di sisi sayap sebelum memberikan umpan matang kepada Solomon yang langsung diselesaikan menjadi gol. Kedudukan 2-0 membuat West Ham tampak aman, namun tekanan Burnley tidak pernah mereda.
Harapan Burnley kembali terbuka setelah Ollie Scarles menjatuhkan Edwards di kotak penalti. Flemming yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Gol tersebut membakar semangat tuan rumah dan membuat West Ham panik.
Puncaknya terjadi di masa injury time. Dari situasi sepak pojok, Flemming kembali melompat paling tinggi dan menanduk bola masuk ke gawang. Turf Moor langsung meledak. Gol tersebut memastikan Burnley pulang dengan satu poin yang terasa seperti kemenangan, sekaligus menunjukkan kegagalan West Ham dalam mengelola keunggulan.
Hasil ini menjadi sinyal bagi kedua tim. Burnley membuktikan permainan mereka jauh lebih menghibur dibanding era Scott Parker yang dikenal bertahan mati-matian. Bagi West Ham, kehilangan dua poin di menit akhir menjadi pekerjaan rumah besar bagi Nuno Espírito Santo untuk membenahi mentalitas timnya.
Dengan lebih banyak pertandingan di Championship, kedua tim harus segera bangkit. Burnley akan berusaha memanfaatkan momentum ini, sementara West Ham wajib mengevaluasi strategi mereka yang terlalu pasif saat unggul.