BANDAR LAMPUNG — Kepala Pelaksana BPBD Lampung Aswarodi menyatakan titik api di kawasan TNWK masih menjadi prioritas penanganan karena lokasinya sulit dijangkau. Personel Satgas Darat terdiri atas unsur TNI, BPBD Lampung Timur, Masyarakat Peduli Api, dan instansi terkait lain.
Laporan BMKG mendeteksi 73 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang dan 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Lampung. Kebakaran juga terpantau di Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.
Water Bombing Terhambat Tajuk Pepohonan yang Rapat
Operasi udara di TNWK menghadapi kendala teknis. Rapatnya tajuk pepohonan dan tingginya vegetasi menghambat distribusi air agar mencapai titik api di permukaan lahan, termasuk area bergambut.
Kondisi itu membuat koordinasi tim udara dan 350 personel darat jadi kunci. Tim darat diperlukan untuk menjangkau titik api yang tidak bisa dipadamkan dari udara.
"Sejak pertengahan September, kami terus melakukan upaya pemadaman di titik-titik api, terutama di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan dukungan udara," kata Aswarodi saat memantau Operasi Modifikasi Cuaca di Posko OMC Bandara Raden Intan II, Sabtu (17/10/2026).
Penyemaian Awan Hasilkan Hujan di Metro dan Natar
OMC digelar bersama Smart Aviation sebagai tindak lanjut permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB. Tim udara telah melaksanakan tiga sorti penerbangan dengan bahan semai higroskopis.
Penyemaian awan dilaporkan menghasilkan hujan ringan pada 11 Oktober 2026. Hujan turun di wilayah Metro dan Natar karena pengaruh pergerakan angin, bukan di area kebakaran.
Sejak 14 Oktober 2026, pertumbuhan awan konvektif di Lampung bagian timur minim. Peluang penyemaian awan jadi terbatas, meski tim tetap menyiagakan pesawat OMC bila kondisi atmosfer mendukung.
Kebakaran Dekat Tol Tulang Bawang Berhasil Dipadamkan
Kebakaran di dekat jalan tol pada perbatasan Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang padam pada Sabtu pagi. Lokasi lebih mudah dijangkau sehingga penanganan lewat jalur darat berjalan cepat.
Pemadaman melibatkan BPBD Tulang Bawang Barat, BPBD Tulang Bawang, BPBD Lampung Tengah, petugas pemadam kebakaran, Brimob, dan tim pemadam internal PT HIM. Lahan yang terbakar di sekitar tol merupakan perkebunan karet, bukan lahan gambut seperti di TNWK.
Penyebab Masih Diselidiki, Kelalaian Manusia Jadi Dugaan
Petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran. Aswarodi menyebut faktor kelalaian manusia, termasuk pembuangan puntung rokok sembarangan maupun unsur kesengajaan, sebagai dugaan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Pemprov Lampung berharap sinergi Satgas Darat, tim udara, dan instansi terkait mempercepat penanganan. Sasaran akhirnya melindungi ekosistem, menjaga keselamatan warga, dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap.