Pencarian

Mengapa Mobil di Eropa Umumnya Lebih Kecil, Bukan Cuma soal Harga BBM

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 16:35:31 WIB
Mengapa Mobil di Eropa Umumnya Lebih Kecil, Bukan Cuma soal Harga BBM
Mobil di Eropa umumnya berukuran lebih kecil karena kombinasi harga BBM tinggi, pajak emisi, jalan sempit, dan lahan parkir terbatas.

LAMPUNG — Mobil di Eropa memang secara umum lebih kecil dibandingkan yang laris di Amerika Serikat, dan penyebabnya bukan tunggal. Harga bahan bakar yang tinggi hanya satu faktor; jalan sempit kota-kota tua dan aturan emisi Uni Eropa sama-sama menekan pilihan konsumen ke arah kendaraan kompak. Kombinasi itu menjelaskan mengapa SUV besar yang populer di AS terasa kurang praktis di sana.

Perbedaan ukuran mobil antara Eropa dan Amerika Serikat sudah berlangsung lama, bukan tren beberapa tahun terakhir. Pada era 1960-an, model terlaris di AS didominasi kendaraan bongsor seperti Lincoln Continental dan Chevrolet Impala. Di periode yang sama, Eropa justru mencatat sukses besar lewat Fiat 500, Volkswagen Beetle, dan Mini klasik yang berukuran mungil.

Jalan Kota Tua yang Dibangun Sebelum Era Mobil

Banyak pusat kota di Eropa sudah terbentuk berabad-abad sebelum kepemilikan mobil massal menjadi hal lumrah. Jalan sempit dan ruang parkir terbatas menjadi warisan desain kota yang sulit diubah tanpa mengorbankan karakter historis dan kenyamanan pejalan kaki.

Kondisi itu membuat SUV dan pikap berukuran besar terasa tidak praktis. Hatchback kompak jauh lebih mudah bermanuver di jalan sempit dan masuk ke celah parkir yang harus dilewati kendaraan besar.

Perbandingan ukuran lahan parkir memperjelas persoalan. Di AS, satu ruang parkir standar berukuran lebar 9 kaki dan panjang 18 kaki. Di Inggris, standarnya panjang 15,7 kaki dan lebar 7,9 kaki.

Contohnya Chevrolet Silverado 2026 yang lebarnya 81,2 inci tanpa spion, atau sekitar 6,77 kaki. Jika diparkir di lahan standar Inggris, sisa ruang di tiap sisi hanya sekitar setengah kaki. Asosiasi otomotif Inggris RAC bahkan mencatat tekanan yang meningkat pada ruang parkir akibat ukuran kendaraan yang kian membesar.

Harga BBM dan Pajak Emisi yang Menekan Pilihan

Faktor biaya tetap berpengaruh besar. Harga bahan bakar di Eropa jauh lebih tinggi dibandingkan AS, terutama karena komponen pajaknya. Rata-rata harga bensin di seluruh Eropa berada di kisaran 2,24 dolar AS per liter, atau setara 8,84 dolar AS per galon.

Harga setinggi itu membuat kendaraan boros bahan bakar kurang diminati. Konsumen Eropa cenderung memilih opsi hemat BBM, seperti Volkswagen T-Roc yang menjadi SUV terlaris di Eropa.

Pajak kendaraan di sebagian besar negara Eropa juga dikaitkan langsung dengan emisi CO2. Nilai itu berlaku untuk biaya registrasi, pajak penggunaan jalan tahunan, hingga skema mobil perusahaan.

Target Emisi Uni Eropa dan Dampaknya ke Pabrikan

Uni Eropa menetapkan target emisi CO2 untuk armada mobil baru. Untuk periode 2025–2029, batas rata-rata armada berada di 93,6 gram CO2 per kilometer. Target lebih ketat dijadwalkan berlaku pada 2030–2034.

Aturan itu mendorong pabrikan menurunkan rata-rata emisi seluruh jajaran produknya. Mobil berukuran lebih kecil dengan mesin efisien menjadi salah satu cara paling efektif untuk memenuhi target tersebut.

Dengan demikian, tidak ada aturan yang secara eksplisit melarang mobil besar di Eropa. Namun kombinasi harga BBM, pajak berbasis emisi, jalan sempit, dan lahan parkir terbatas menciptakan lingkungan yang membuat mobil kompak menjadi pilihan paling masuk akal secara finansial maupun praktis.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks