Pencarian

Camino de Flores Diharapkan Jadi Jalur Ziarah Permanen di NTT

Rabu, 14 Oktober 2026 • 16:37:31 WIB
Camino de Flores Diharapkan Jadi Jalur Ziarah Permanen di NTT
Inisiator Camino de Flores, Mari Elka Pangestu, berbicara dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (13/10/2026).

LAMPUNG — Camino de Flores di Nusa Tenggara Timur dirancang menjadi jalur ziarah permanen yang menawarkan perpaduan alam, budaya, dan sejarah khas Flores. Inisiatornya, Mari Elka Pangestu, membandingkan potensinya dengan Camino de Santiago di Spanyol yang menarik ratusan ribu peziarah setiap tahun. Jalur ini digadang menjadi magnet wisata baru di kawasan timur Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Camino de Flores sebagai pola perjalanan baru yang berpotensi menarik minat wisatawan. Selama ini kunjungan wisatawan ke Flores masih terpusat di Labuan Bajo, sementara daerah lain belum banyak tersentuh.

Melalui jalur ini, wisatawan diharapkan menjelajahi desa wisata dan destinasi alam lain di Flores dengan berjalan kaki. Penyebaran kunjungan itu membuka peluang ekonomi bagi warga di berbagai wilayah yang dilalui.

Konsep Jalur Ziarah ala Camino de Santiago

Inisiator Camino de Flores, Mari Elka Pangestu, optimistis jalur tersebut bisa berkembang melampaui status proyek percontohan. Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (13/10/2026).

"Saya yakin Camino de Flores bisa menjadi lebih dari sebuah proyek percontohan. Camino de Flores bisa menjadi sebuah jalur wisata permanen, sebuah jalur ziarah Indonesia yang akan menarik wisatawan dari seluruh dunia, sekaligus memberikan manfaat langsung untuk masyarakat Flores," kata Mari.

Mari membandingkan potensi jalur ini dengan Camino de Santiago di Spanyol, jalur ziarah Katolik yang setiap tahun menarik ratusan ribu orang dari berbagai negara. Menurutnya, Flores punya daya tarik tersendiri lewat perpaduan alam, budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakatnya.

"Bayangkan seperti Camino de Santiago yang setiap tahun menarik ratusan ribu orang dari seluruh dunia. Camino de Flores bisa menjadi ikon baru pariwisata Indonesia, magnet berkualitas di kawasan timur Indonesia, sebuah pengalaman yang tidak bisa didapatkan di tempat lain," ujarnya.

Mengapa Wisatawan Didorong Menjelajah Lebih Luas

Menpar Widi menjelaskan, kunjungan wisatawan selama ini terkonsentrasi hanya di Labuan Bajo. Camino de Flores diharapkan mengubah pola itu dengan mengarahkan wisatawan ke desa wisata dan destinasi alam yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki.

Penyebaran kunjungan tersebut berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah Flores. Warga setempat dapat memperoleh manfaat dari kebutuhan wisatawan selama perjalanan, mulai dari penginapan hingga konsumsi.

Dampak Ekonomi yang Diharapkan Menyentuh Desa

Menpar Widi menegaskan, jalur ini mendorong wisatawan tinggal lebih lama, berjalan, dan meresapi budaya secara perlahan. Belanja wisatawan pun diharapkan langsung masuk ke desa-desa yang mereka lalui.

"Camino de Flores mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, berjalan, dan meresapi budaya secara perlahan serta membelanjakan uangnya langsung di desa-desa yang mereka lalui. Dengan cara ini perputaran ekonomi tidak lagi terpusat pada satu wilayah atau pelaku industri besar saja, melainkan langsung menyentuh urat nadi perekonomian rakyat Flores," jelas Menpar Widi.

Posisi Flores dalam Peta Pariwisata Nasional

Camino de Flores diharapkan menjadi jalur wisata unggulan yang memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Flores ke wisatawan dunia. Selain menambah pilihan wisata di Indonesia, jalur ini ditargetkan membantu pemerataan manfaat pariwisata hingga ke kawasan timur Indonesia.

Bagi traveler yang tertarik menjajal jalur ini, informasi terkini soal rute, titik awal, dan akomodasi di sepanjang jalur dapat dikonfirmasi ke Dinas Pariwisata NTT atau Kementerian Pariwisata. Durasi ideal perjalanan menyesuaikan segmen jalur yang dipilih dan kondisi fisik masing-masing pejalan.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks