KALIANDA — Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyerahkan insentif secara simbolis kepada perwakilan guru ngaji dan guru lintas agama se-Kabupaten Lampung Selatan. Penyerahan itu dirangkai dengan Silaturahmi Rohaniawan dan Pendidik Lintas Agama di Pendopo Agung Rumah Dinas Bupati.
Bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pendidik yang berperan menanamkan nilai agama, moral, dan karakter kepada generasi muda. Besaran insentif disesuaikan dengan kategori penerima dan jumlah bulan pembayaran.
Rincian Insentif per Kategori Penerima
Guru ngaji menerima Rp4 juta. Pandita umat Buddha dan guru agama umat Hindu masing-masing Rp3,5 juta.
Adapun guru agama umat Buddha, pinandita umat Hindu, pastor umat Katolik, serta pendeta umat Kristen masing-masing menerima Rp2,5 juta.
Egi: Membangun Lampung Selatan Butuh Banyak Tangan
Bagi Bupati Egi, dukungan kepada pendidik agama tidak semata soal insentif. Keberadaan mereka dinilai bagian penting dari upaya menyiapkan generasi berkarakter yang mampu menghadapi perubahan zaman.
Ia menilai perubahan tidak dapat sepenuhnya dikendalikan. Karena itu, yang perlu diperkuat adalah kemampuan setiap individu beradaptasi sekaligus membangun karakter generasi sejak dini.
"Untuk menghadapi perubahan zaman yang tidak bisa kita kendalikan, maka yang harus kita kendalikan adalah diri kita sendiri. Saya melihat generasi masa depan bangsa yang memiliki kontribusi besar, salah satunya adalah guru-guru agama," ujar Egi.
Menurutnya, pembangunan Lampung Selatan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk guru agama yang berperan dalam pendidikan dan pembentukan karakter.
"Saya membutuhkan bapak ibu semua. Membangun Lampung Selatan menjadi kabupaten yang maju, kedua tangan saya dan wakil bupati tidak cukup. Saya membutuhkan tangan dan pikiran bapak ibu untuk bersama-sama membangun Lampung Selatan," katanya.
Penerima Insentif Ditargetkan Bertambah 50 Persen pada 2027
Pemkab Lampung Selatan berencana memperluas cakupan penerima insentif pada tahun anggaran 2027. Dari 412 penerima tahun ini, jumlah tersebut ditargetkan bertambah hingga 50 persen.
Egi belum menyebutkan angka pasti penambahan penerima. Ia memastikan rencana itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan perhatian lebih luas kepada guru ngaji dan pendidik agama lintas agama.
Forum Guru Ngaji Siap Dukung Program Pemkab
Dukungan terhadap arah kebijakan tersebut disampaikan perwakilan tokoh agama Lampung Selatan, Nurhasan. Ia menyatakan Forum Guru Ngaji siap mendukung berbagai program pembangunan yang dicanangkan Pemkab Lampung Selatan.
"Kami dari Forum Guru Ngaji akan mendukung program yang dicanangkan oleh Bupati Lampung Selatan. Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita Bapak Bupati untuk Lampung Selatan dapat berjalan dengan baik," ujar Nurhasan.
Melalui kolaborasi tersebut, perhatian terhadap guru ngaji dan pendidik lintas agama diharapkan tidak berhenti pada pemberian insentif. Peran mereka turut memperkuat upaya membangun generasi Lampung Selatan yang berkarakter dan siap menghadapi perubahan.