Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menambah jumlah penerima insentif guru ngaji dan pendidik lintas agama hingga 50 persen pada 2027. Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan rencana itu saat silaturahmi rohaniawan dan pendidik lintas agama di Pendopo Agung rumah dinas bupati, Selasa. Pada tahap berjalan, sebanyak 412 guru ngaji dan pendidik agama sudah menerima insentif dengan besaran bervariasi sesuai kategori penerima.
KALIANDA — Penambahan penerima insentif disiapkan menyusul evaluasi terhadap peran pendidik agama dalam pembentukan karakter generasi muda. Pemerintah kabupaten menargetkan cakupan penerima diperluas dari 412 orang pada tahun ini menjadi 50 persen lebih banyak pada tahun anggaran 2027.
Bupati Radityo Egi Pratama menilai pendidik agama memegang posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Menurut dia, kemampuan menghadapi perubahan itu bertumpu pada pengendalian diri, bukan semata pada faktor eksternal.
"Untuk menghadapi perubahan zaman yang tidak bisa kita kendalikan, maka yang harus kita kendalikan adalah diri kita sendiri. Saya melihat generasi masa depan bangsa yang memiliki kontribusi besar, salah satunya adalah guru-guru agama," kata Bupati.
Besaran Insentif Berbeda Sesuai Kategori Penerima
Insentif yang disalurkan tahun ini tidak seragam. Besarannya disesuaikan dengan kategori penerima dan jumlah bulan pembayaran yang menjadi hak masing-masing.
Guru ngaji menerima Rp4 juta. Pandita umat Buddha dan guru agama umat Hindu masing-masing menerima Rp3,5 juta.
Adapun guru agama umat Buddha, pinandita umat Hindu, pastor umat Katolik, serta pendeta umat Kristen masing-masing menerima Rp2,5 juta.
Insentif Dinilai Bagian dari Penanaman Nilai dan Karakter
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pendidik yang berperan menanamkan nilai agama, moral, dan karakter kepada generasi muda. Dukungan tidak berhenti pada pemberian insentif, tetapi juga penguatan peran pendidik agama dalam menyiapkan generasi berkarakter.
Bupati menegaskan pembangunan Lampung Selatan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk guru agama, disebut menjadi syarat agar program pembangunan berjalan.
"Saya membutuhkan bapak dan ibu semua. Membangun Lampung Selatan menjadi kabupaten yang maju, kedua tangan saya dan wakil bupati tidak cukup. Saya membutuhkan tangan dan pikiran bapak dan ibu untuk bersama-sama membangun Lampung Selatan," ujarnya.
Forum Guru Ngaji Siap Dukung Program Pembangunan
Perwakilan tokoh agama Lampung Selatan Nurhasan menyatakan Forum Guru Ngaji siap mendukung program pembangunan yang dicanangkan pemerintah kabupaten. Dukungan itu disampaikan langsung dalam forum silaturahmi tersebut.
"Kami dari Forum Guru Ngaji akan mendukung program yang dicanangkan oleh Bupati Lampung Selatan. Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita Bapak Bupati untuk Lampung Selatan dapat berjalan dengan baik," kata Nurhasan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pendidik agama diharapkan memperkuat pembentukan generasi Lampung Selatan yang berkarakter serta mampu menghadapi berbagai perubahan dan tantangan pada masa mendatang.