Pencarian

Gubernur Lampung Beberkan Strategi Ekonomi Desa di Depan Peserta Sespimti Polri, Andalkan 2.000 Desa Pupuk Hayati

Kamis, 08 Oktober 2026 • 09:01:01 WIB
Gubernur Lampung Beberkan Strategi Ekonomi Desa di Depan Peserta Sespimti Polri, Andalkan 2.000 Desa Pupuk Hayati
Gubernur Lampung memaparkan strategi ekonomi desa di hadapan peserta Sespimti Polri.

BANDAR LAMPUNG — Sektor pertanian menopang hampir seluruh denyut ekonomi Lampung. Dari luas daratan sekitar 3,3 juta hektare, sekitar 1,7 juta hektare dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan, sementara sekitar 1 juta hektare sisanya merupakan kawasan hutan. Sekitar 1,7 juta warga Lampung bekerja sebagai petani dan pekebun.

Gubernur menilai besaran produksi pangan belum otomatis menjamin kesejahteraan petani. Sebagian besar hasil pertanian masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati pelaku di rantai pasok setelah petani.

Mengapa Produksi Besar Tak Otomatis Memakmurkan Petani

Lampung tercatat sebagai penghasil ubi kayu terbesar di Indonesia, dengan produksi padi sekitar 3,2 juta ton dan jagung sekitar 1,7 juta ton. Komoditas unggulan lain meliputi nanas dan pisang. Namun Gubernur menyoroti lemahnya posisi tawar petani dalam transaksi jual beli.

"Pangan yang di Provinsi Lampung ini selama ini belum bisa memakmurkan masyarakat Lampung. Petani kita selama ini menjual bahan mentah. Yang kedua, daya tawar petani ini lemah," jelasnya.

Karena itu, Pemprov Lampung mengarahkan kebijakan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan hilirisasi dan ekosistem ekonomi di tingkat desa.

Desaku Maju: Desa Jadi Pusat Produksi Sekaligus Pengolahan

Program Desaku Maju menempatkan desa sebagai pusat produksi sekaligus pengolahan pangan. Salah satu instrumennya adalah penyediaan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang memanfaatkan limbah sebagai bahan baku.

Fasilitas PHC telah dijalankan di 500 desa pada 2025 dan diperluas menjadi 2.000 desa pada 2026. Setiap fasilitas ditargetkan mampu mendukung kebutuhan sekitar 400 hektare lahan pertanian. Tujuannya menekan biaya produksi petani sekaligus mendongkrak produktivitas.

"Ketahanan pangan kita mulai dari desa, bukan dari nation saja. Maka kami buat program namanya Desaku Maju," katanya.

Mesin Bed Dryer Dikejar agar Komoditas Tak Lagi Dijual Basah

Pemprov Lampung juga mengembangkan mesin bed dryer atau pengering hasil pertanian di desa. Kebijakan ini menyasar komoditas yang selama ini dijual dalam kondisi basah, yang membuat harga jual rendah dan biaya logistik membengkak.

"Kita selalu menjual bahan mentahnya basah. Padi dijual basah, jagung dijual basah, singkong dijual basah. Maka kami buat program di setiap desa, di 400 desa mesin bed dryer. Keluar dari desa itu sudah kering, harganya naik, lebih efisien," ujarnya.

Penguatan ekonomi desa melengkapi langkah tersebut melalui pelatihan vokasi bagi pemuda usia produktif, penguatan BUMDes dan koperasi, serta pengembangan mesin industri sederhana untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

Gabah Tak Lagi Dikirim ke Luar Lampung

Gubernur mencontohkan padi yang tidak lagi hanya dijual sebagai gabah, tetapi diolah menjadi beras di wilayah produksi. Jagung diarahkan dapat diolah menjadi pakan ternak di desa, sehingga tercipta ekosistem peternakan dan perikanan yang lebih efisien.

"Intinya kami mempersiapkan desa kami bukan hanya memproduksi pangan, tapi juga memproduksi barang jadi," tegasnya.

Upaya itu diintegrasikan dengan program pemerintah pusat, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Bulog, dan gapoktan. Gubernur menyoroti pemanfaatan KDMP untuk memotong mata rantai perdagangan gabah yang sebelumnya dikirim keluar Lampung untuk diolah, lalu dibeli kembali dalam bentuk beras.

"Kalau KDMP ini bisa bekerja dengan masif di Provinsi Lampung, maka kami tidak mengirim gabah lagi ke luar Lampung, kami mengirim beras," ujarnya.

Pola itu dinilai tidak hanya memberi efisiensi harga, tetapi juga menjaga nilai tambah komoditas tetap berada di Lampung. Pertumbuhan ekonomi daerah kini berada di atas rata-rata nasional, dengan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama pergerakan ekonomi warga.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: newslampungterkini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks