BANDARLAMPUNG — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Irman Thamrin menyatakan pemantauan obat dilakukan melalui SMILA, dengan data yang diperbarui langsung oleh tiap puskesmas. Menurut dia, sistem ini membantu pemerintah memetakan kebutuhan pengobatan pasien sesuai kondisi pelayanan di masing-masing wilayah.
Program cek kesehatan gratis yang berjalan di 322 puskesmas menjadi pintu masuk penemuan faktor risiko penyakit tidak menular. Warga yang terdeteksi berisiko hipertensi atau diabetes melitus langsung memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.
Data Puskesmas Jadi Dasar Pemetaan Kebutuhan Obat
Irman menjelaskan, data kebutuhan obat diinput langsung oleh puskesmas melalui sistem sehingga kebutuhan pengobatan dapat dipantau. "Sistem ini membantu pemerintah melihat kebutuhan obat bagi pasien hipertensi dan diabetes melitus," ujarnya, Minggu, 4 Oktober 2026.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan stok obat di fasilitas kesehatan. Dengan data yang diperbarui dari puskesmas, kebutuhan obat dapat dipetakan sesuai kondisi pelayanan di masing-masing wilayah.
Pengobatan Penyakit Kronis Tidak Boleh Terputus
Menurut Irman, kesinambungan pengobatan menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit kronis. Pasien yang sudah terdeteksi memiliki penyakit atau faktor risiko perlu mendapatkan pengobatan sesuai kebutuhan dan menjalani pemantauan secara rutin.
"Pengobatan bagi penderita penyakit kronis harus berjalan secara berkesinambungan dan tidak boleh terputus. Ketersediaan obat menjadi bagian penting agar pasien tetap memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya," ucap Irman Thamrin.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menempatkan ketersediaan obat sebagai penopang utama program cek kesehatan gratis. Tanpa pasokan yang terjaga, warga yang sudah terdeteksi berisiko bisa kehilangan akses pengobatan lanjutan.
322 Puskesmas Jadi Ujung Tombak Deteksi Dini
Pemeriksaan di 322 puskesmas membantu menemukan faktor risiko penyakit tidak menular lebih awal. Pasien yang terjaring lewat skrining diarahkan memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya, termasuk pengobatan rutin bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus.
Pemerintah berharap masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor risiko dapat segera memperoleh penanganan dan melanjutkan pengobatan melalui fasilitas kesehatan terdekat. Penguatan ketersediaan obat melengkapi pelaksanaan cek kesehatan gratis yang telah berjalan di Lampung.