Pencarian

Atlet Paramotor Lampung Adi Ayang Dorong Perakitan Kerangka Lokal Tekan Biaya Pembinaan

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 11:31:01 WIB
Atlet Paramotor Lampung Adi Ayang Dorong Perakitan Kerangka Lokal Tekan Biaya Pembinaan
Atlet paramotor Lampung Adi Ayang Syah menyampaikan strategi perakitan kerangka lokal untuk menekan biaya pembinaan.

BANDARLAMPUNG — Adi Ayang Syah menyebut paramotor masih tergolong olahraga yang relatif baru dan belum banyak dikenal masyarakat. Kondisi itu diperparah dengan harga peralatan yang mahal, sehingga pembinaan atlet berjalan tidak mudah.

Menurut Adi, kebutuhan biaya sebenarnya bisa ditekan. Caranya dengan menggunakan komponen mesin pabrikan, sementara sejumlah bagian lain seperti kerangka bisa dibuat di Lampung.

Strategi Tekan Biaya: Tiru Pola Balap Motor

Adi mengibaratkan pengembangan peralatan paramotor dengan olahraga balap motor. Kendaraan memakai mesin standar, lalu dimodifikasi sesuai kebutuhan agar bisa dipakai untuk kompetisi.

"Kalau membeli langsung build up, memang mahal. Kita minimalisir dengan membeli bagian-bagian mesin yang pabrikan, kemudian kerangkanya kita buat di Lampung," ujar Adi kepada RRI, Sabtu 3 Oktober 2026.

Dengan pola itu, ia berharap pengeluaran atlet untuk peralatan tidak lagi menjadi penghalang utama. Komponen yang bisa diproduksi lokal dikerjakan di daerah, sementara bagian yang butuh presisi tinggi tetap dibeli dari pabrikan.

Parasut Jadi Kebutuhan Utama yang Masih Terbatas

Selain mesin, Adi menyoroti ketersediaan parasut yang masih terbatas. Parasut memiliki kapasitas beban berbeda, mulai 50–70 kilogram, 70–100 kilogram, hingga 100–150 kilogram.

Kapasitas tersebut harus disesuaikan dengan beban penerbang. Karena itu, ketersediaan parasut yang sesuai menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan sekaligus perkembangan kemampuan atlet.

Ketidaksesuaian beban dan parasut berisiko langsung pada keselamatan penerbang. Adi menempatkan persoalan ini sebagai salah satu prioritas yang perlu diurai bersama, bukan hanya soal harga.

Pembinaan Tetap Jalan Meski Peralatan Terbatas

Di tengah keterbatasan peralatan, Adi menilai pembinaan tetap harus berjalan. Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan, khususnya kepada penerbang pemula dan atlet junior.

Ia berharap semakin banyak masyarakat mengenal olahraga paramotor dan tertarik menggelutinya. Dari situ, pembinaan atlet di Lampung diyakini bisa terus berkembang.

Paramotor sendiri belum masuk kategori olahraga arus utama di daerah. Jumlah penerbang aktif masih sedikit, sehingga regenerasi atlet sangat bergantung pada sosialisasi ke kelompok pemula.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks