LAMPUNG — Kamboja melaju ke final FIFA ASEAN Challenge Cup 2026 dan akan menghadapi tuan rumah Hong Kong di Stadion Kai Tak, Kowloon, Sabtu (3/10). Kamboja mengejar gelar internasional pertama sejak Korea Cup 1973, sementara Hong Kong datang dengan rekor enam gol tanpa kebobolan.
Hong Kong memastikan tempat di partai puncak setelah menyapu bersih dua laga Grup A. Tuan rumah turnamen level kedua FIFA ASEAN ini membantai Laos 4-0, lalu menundukkan Brunei 2-0 tanpa memberi ruang sedikit pun.
Kamboja melaju lewat jalur berbeda. Mereka memuncaki Grup B dengan empat poin dari dua pertandingan, hasil kemenangan 1-0 atas Myanmar dan imbang 2-2 melawan Timor Leste.
Hong Kong Lebih Tajam, Kamboja Lebih Efisien
Statistik kedua tim menjelang laga pemungkas menunjukkan jarak yang cukup jelas. Hong Kong mengoleksi enam gol tanpa kebobolan, sedangkan Kamboja hanya mencetak tiga gol dan sudah dua kali kebobolan.
Meski begitu, lini depan Kamboja punya senjata yang tak bisa diremehkan. Andres Nieto memimpin daftar top skor sementara dengan dua gol, jumlah yang sama dengan penyerang Hong Kong, Matt Orr.
Duel Nieto melawan Orr bakal jadi adu tajam tersendiri di partai final. Keduanya sama-sama mengoleksi dua gol dari fase grup dan masih berpeluang menambah pundi-pundi di laga penentuan.
Terpaut 22 Peringkat, Kamboja Justru Termotivasi
Ranking FIFA terkini menempatkan Kamboja di posisi ke-175, jauh di bawah Hong Kong yang bertengger di urutan ke-153. Selisih 22 tangga itu tidak membuat Kamboja gentar.
Sebaliknya, jarak peringkat tersebut menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain. Kamboja datang sebagai tim tamu dan perwakilan ASEAN yang tidak ingin gelar edisi pertama turnamen ini diraih Hong Kong.
Koji Gyotoku, pelatih Kamboja, meminta anak asuhnya mengerahkan kemampuan terbaik di laga final. Kemenangan atas Hong Kong akan mengakhiri puasa gelar panjang Kamboja yang terakhir juara di Korea Cup 1973, atau 53 tahun lalu.
Jadwal Final dan Apa yang Dipertaruhkan
Partai final digelar di Stadion Kai Tak, Kowloon, Hong Kong, Sabtu (3/10). Hong Kong berstatus tuan rumah dan favorit berdasarkan rekor grup, tapi Kamboja punya motivasi sejarah yang tidak bisa diabaikan.
Bagi Hong Kong, gelar ini akan menegaskan dominasi mereka di turnamen yang baru pertama kali digelar. Bagi Kamboja, ini kesempatan mengakhiri penantian lebih dari setengah abad.