BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung menggelar peningkatan literasi dan kompetensi kecerdasan buatan bagi sivitas akademika lewat Pelatihan dan Sertifikasi Gemini Academy for Higher Education 2026. Kegiatan berlangsung secara hybrid di UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila, 2 sampai 3 Oktober 2026.
Program ini hasil kolaborasi Unila dengan Google for Education dan PT Cahaya Mitra Harapan (Paidea Educational Solutions), mitra resmi Google for Education di Indonesia. Sesi dosen dan tenaga kependidikan diikuti sekitar 150 peserta luring dan lebih dari 400 peserta daring. Dua sesi khusus mahasiswa yang dibuka pada hari berikutnya mencatat lebih dari 1.000 pendaftar.
Wakil Rektor: Penguasaan AI Bagian dari Transformasi Kompetensi
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., menilai perkembangan AI menuntut perguruan tinggi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Teknologi tidak sekadar jadi perangkat tambahan, tetapi dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran, penelitian, layanan, dan inovasi.
"Manusia tidak akan dikalahkan oleh AI, tetapi manusia yang menguasai AI akan memiliki kemampuan yang berbeda dengan mereka yang tidak memahami AI," ujar Prof. Ayi saat membuka kegiatan, Jumat 2 Oktober 2026.
Menurutnya, penguasaan AI perlu ditempatkan sebagai bagian dari transformasi kompetensi sivitas akademika. Unila tidak hanya mendorong penggunaan teknologi, tetapi juga membangun pemahaman soal cara memanfaatkannya secara kritis, bertanggung jawab, dan sesuai etika akademik.
Materi Praktik: Prompting hingga Deep Research
Peserta mendapat pengalaman praktis menggunakan Google Gemini dan NotebookLM untuk mendukung aktivitas akademik dan pekerjaan. Materi mencakup praktik prompting, transformasi pembelajaran, integrasi AI dengan Google Classroom, hingga pemanfaatan Deep Research.
Prof. Ayi menekankan penggunaan AI tetap membutuhkan tanggung jawab manusia, terutama dalam menentukan tujuan, memberikan instruksi, memeriksa hasil, serta memastikan keluaran teknologi sesuai prinsip integritas akademik.
"Teknologi harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan peran dosen, peneliti, maupun mahasiswa dalam berpikir dan menghasilkan pengetahuan," katanya.
Jalur Sertifikasi Gemini Certified Faculty dan University Student
Selain pelatihan, program ini membuka kesempatan bagi peserta mengikuti uji kompetensi menuju sertifikasi Gemini Certified Faculty dan Gemini Certified University Student. Sertifikasi tersebut diharapkan memperkuat kompetensi profesional dan literasi digital sivitas akademika Unila.
Kepala UPA TIK Unila, Mardiana, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini dirancang tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi. UPA TIK berharap program berlanjut melalui penguatan kerja sama dengan unit terkait, termasuk pengembangan pelatihan dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi.
Perwakilan Paidea Educational Solutions, Andi Novi Suanto, menyampaikan Unila menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat kesempatan mengikuti program Gemini Academy for Higher Education karena telah menggunakan layanan Google dengan akun institusi Unila. Ia mendorong peserta memanfaatkan kesempatan itu secara optimal dan mengikuti proses pelatihan hingga uji kompetensi dengan pendampingan para trainer Google for Education.
Membangun Komunitas Praktisi AI di Kampus
Bagi Unila, pelaksanaan Gemini Academy juga diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran AI yang lebih luas. Prof. Ayi berharap peserta yang telah memperoleh pengetahuan dan sertifikasi dapat menjadi bagian dari komunitas praktisi yang berbagi pengalaman dan mengembangkan praktik pemanfaatan AI di lingkungan kampus.
"Jangan hanya terbuka terhadap perkembangan teknologi, tetapi menjadi bagian daripada perkembangan tersebut," ujar Prof. Ayi.
Ia juga berharap kolaborasi dengan Google for Education dan Paidea Educational Solutions berkembang menjadi berbagai program lanjutan yang memberi manfaat nyata bagi pendidikan tinggi. Mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, pengembangan inovasi, hingga peningkatan layanan akademik.