LAMPUNG TENGAH — Pembangunan jalan lapen sepanjang 395 meter di Kampung Negeri Agung menyasar akses jalan warga yang selama ini menjadi penghubung utama aktivitas harian. Pagu Dana Desa Rp204 juta dipakai membiayai konstruksi lapis penetrasi (lapen) yang menjadi standar perkerasan jalan kampung.
Kepala Kampung Negeri Agung, Taupik Hidayat, S.Pd., menempatkan infrastruktur jalan sebagai prioritas pemerintah kampung dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, akses jalan yang memadai memudahkan warga menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga mengantar anak ke sekolah.
Mengapa Jalan Lapen Jadi Pilihan, Bukan Beton?
Jalan lapen dipilih karena biaya per meternya lebih murah dibanding rabat beton, sehingga pagu Rp204 juta bisa menutup seluruh bentang 395 meter. Jenis perkerasan ini lazim dipakai untuk jalan kampung dengan lalu lintas ringan hingga sedang, seperti jalan usaha tani dan jalan lingkungan.
Dengan kualitas akses yang meningkat, mobilitas warga diharapkan lebih lancar. Masyarakat juga lebih mudah menjangkau fasilitas umum dan menjalankan aktivitas ekonomi harian.
Dampak ke Ekonomi dan Pendidikan Warga
Perbaikan jalan kampung biasanya berdampak langsung pada biaya angkut hasil pertanian dan kecepatan distribusi barang. Warga Negeri Agung yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian merasakan manfaat itu ketika jalur angkut tidak lagi rusak saat musim hujan.
Taupik menyatakan pembangunan jalan juga diarahkan menunjang kegiatan pendidikan dan sosial warga. “Pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat kampung,” ujarnya.
Pemerintah kampung berharap jalan lapen tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat Negeri Agung.
Dana Desa Tetap Mengacu Skala Prioritas
Taupik menegaskan pemerintah kampung akan terus mengarahkan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan skala prioritas dalam pemanfaatan Dana Desa. Artinya, usulan warga di tingkat dusun menjadi pertimbangan sebelum anggaran dialokasikan.
Melalui pembangunan jalan tersebut, pemerintah kampung berharap infrastruktur yang telah direalisasikan tidak hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga menunjang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kampung Negeri Agung.