BANDAR LAMPUNG — Penurunan harga pangan di Lampung terjadi di tengah stabilnya harga komoditas pokok lainnya seperti beras dan minyak goreng. Data yang dipantau pada pukul 16.04 WIB menunjukkan cabai rawit merah menjadi komoditas dengan penurunan paling tajam, yakni turun Rp 930 atau 2,02 persen menjadi Rp 45.022 per kilogram.
Selain cabai rawit, harga cabai merah keriting juga turun 1,77 persen ke level Rp 37.000 per kg dan cabai merah besar melemah 1,52 persen menjadi Rp 37.308 per kg. Koreksi harga ini tentu menjadi kabar baik bagi konsumen rumah tangga yang selama ini terbebani fluktuasi harga cabai.
Daging Ayam dan Bawang Merah Ikut Terkoreksi
Di sisi lain, harga daging ayam ras tercatat turun tipis 0,43 persen menjadi Rp 35.733 per kg. Bawang merah juga mengalami penurunan 1,11 persen, dari harga sebelumnya menjadi Rp 29.689 per kg.
Telur ayam ras turut melemah 0,6 persen ke posisi Rp 25.878 per kg. Sementara itu, bawang putih honan masih bertahan di harga Rp 30.774 per kg.
Daging Sapi Jadi Satu-satunya yang Naik
Di tengah tren penurunan harga, daging sapi paha belakang justru menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan. Harganya naik Rp 133 atau 0,1 persen menjadi Rp 136.122 per kg. Kenaikan ini relatif tipis dan masih berada dalam kisaran wajar.
Adapun komoditas lain seperti minyak goreng sawit kemasan premium, minyak curah, dan Minyakita tercatat stabil masing-masing di harga Rp 20.844 per liter, Rp 17.264 per liter, dan Rp 15.567 per liter.
Harga Beras dan Gula Masih Stabil
Harga beras premium di Lampung masih bertahan di level Rp 14.707 per kg, sementara beras medium dipatok Rp 13.198 per kg. Gula pasir curah juga tidak berubah di harga Rp 17.344 per kg.
Untuk tepung terigu, harganya masih stagnan di Rp 12.400 per kg. Kedelai impor juga tercatat tetap di angka Rp 13.167 per kg.
Stabilnya harga komoditas pokok ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang akhir pekan. Pemantauan harga oleh Kemendag sendiri dilakukan secara berkala melalui SP2KP untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tingkat konsumen.