LAMPUNG SELATAN — Rangkaian reses yang dilakukan Anggota Komisi II DPR RI, Rycko Menoza, di Kabupaten Lampung Selatan berubah menjadi ajang curhat warga terkait sejumlah program strategis pemerintah. Dalam pertemuan yang digelar di Desa Bakauheni, Desa Ketapang, dan Desa Bandar Agung, warga menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Salah satu sorotan utama adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berjalan sesuai harapan. Selain itu, keberadaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga dipertanyakan karena hingga kini belum menunjukkan aktivitas operasional.
Gedung Koperasi Desa Sudah Jadi, tapi Tak Kunjung Beroperasi
Wayan Adinata, warga yang hadir dalam sesi reses di Desa Ketapang, mengungkapkan kebingungannya terhadap sejumlah program yang dicanangkan pemerintah pusat. Menurutnya, alokasi anggaran yang besar untuk berbagai program tersebut belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat bawah.
"Kami merasakan program-program itu belum tepat sesuai kebutuhan masyarakat banyak. Program MBG banyak ditemukan masalah, koperasi desa merah putih juga belum beroperasi padahal fasilitas gedung sudah selesai dibangun sejak lama," ujar Wayan.
Ia menyoroti kesenjangan antara pembangunan infrastruktur fisik dengan pemanfaatannya. Keberadaan gedung koperasi yang megah namun tidak berfungsi dinilai menjadi simbol pemborosan anggaran jika tidak segera dioptimalkan.
Petani Terdampak Kemarau, Bantuan Langsung Lebih Dibutuhkan
Keluhan lain yang mengemuka adalah minimnya dukungan nyata bagi sektor pertanian. Wayan menegaskan bahwa mayoritas warga di kawasan pedesaan menggantungkan hidupnya pada hasil bumi, sehingga intervensi pemerintah sangat diperlukan, terutama di tengah musim kemarau yang melanda.
"Coba dana sebesar itu untuk program yang menyentuh masyarakat langsung. Dengan cara memberikan bantuan untuk pertanian atau program-program yang langsung menyentuh masyarakat," tegasnya.
Kondisi kemarau yang berkepanjangan disebut telah menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen dan kerugian finansial. Bantuan berupa bibit unggul, pupuk, hingga obat-obatan pertanian dinilai jauh lebih mendesak dibandingkan program-program yang manfaatnya belum dirasakan secara langsung.
Rycko Menoza: Semua Aspirasi Akan Dibawa ke Sidang DPR
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Rycko Menoza memastikan bahwa seluruh keluhan warga akan dicatat secara sistematis. Politisi Partai Golkar asal Lampung ini berkomitmen untuk menyuarakan temuan-temuan di lapangan dalam forum resmi di Senayan.
"Semua program pemerintah tersebut merupakan program kerja bapak Presiden. Semua program itu baik. Tinggal pelaksanaannya di lapangan. Apapun yang disampaikan masyarakat akan kami bahas saat sidang di DPR," kata Rycko.
Khusus mengenai kebutuhan mendesak di sektor pertanian, Rycko menyatakan akan berkoordinasi dengan komisi mitra kerja yang membidangi urusan pangan dan pertanian. Hal ini dilakukan agar aspirasi petani Lampung Selatan mendapatkan tindak lanjut yang konkret.
"Saya melaksanakan reses atau kunjungan langsung ke masyarakat untuk menyerap dan menampung semua keluhan dan aspirasi masyarakat. Apa yang disampaikan masyarakat akan kami bahas saat sidang di DPR RI," imbuhnya.
Bantuan untuk Pembangunan Pura di Ketapang
Dalam kesempatan yang sama, Rycko Menoza juga menyerahkan bantuan kepada pengelola Pura Segara Batu Putih yang berlokasi di Desa Ketapang. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung proses pembangunan tempat ibadah bagi umat Hindu di wilayah Kecamatan Ketapang dan Sragi.
Penyerahan bantuan ini menjadi rangkaian akhir dari agenda reses yang berlangsung selama sehari penuh di tiga kecamatan berbeda. Seluruh masukan yang telah dihimpun akan menjadi bahan pembahasan dalam agenda persidangan DPR RI berikutnya.