LAMPUNG SELATAN — Kawasan perkebunan milik PTPN I di Lampung Selatan resmi menjadi pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional. Penetapan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Riset dan Teknologi Pengembangan Tanaman Perkebunan Unggulan pada Kamis (23/7/2026) lalu.
Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Universitas Indonesia Mandiri, serta sejumlah mitra strategis lainnya.
Fokus Awal: Kelapa Hibrida, Kakao, dan Kopi
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pengembangan bibit unggul menjadi prioritas pemerintah untuk memperkuat sektor perkebunan nasional. Tahap awal program ini akan fokus pada tiga komoditas strategis, yakni kelapa hibrida, kakao unggul, dan kopi prioritas.
"PTPN I dipersiapkan menjadi pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional. Kementerian Pertanian menyiapkan bibit, BRIN dan perguruan tinggi melaksanakan riset, sedangkan PTPN I menyediakan lahan sebagai lokasi pengembangan," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan, hasil riset ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Pembagian Peran: dari Riset hingga Pembiayaan
Dalam implementasinya, PTPN I menyediakan lahan untuk kegiatan riset, pemuliaan tanaman, uji budidaya, dan pengembangan kebun induk bibit. Sementara itu, BRIN dan perguruan tinggi berperan dalam penelitian dan inovasi teknologi.
Kementerian Pertanian mendukung penyediaan serta sertifikasi bibit unggul. Adapun InJourney bersama mitra perbankan mendukung pengembangan kawasan dan pembiayaannya.
Direktur Utama PTPN I, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kolaborasi lintas kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi perkebunan nasional.
"PTPN I berkomitmen memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi diimplementasikan menjadi bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat daya saing komoditas nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat," kata Rivai.
Kawasan Agrowisata Terpadu Mulai Dikembangkan
Selain menjadi pusat riset, kawasan ini juga akan dikembangkan secara bertahap sebagai agrowisata terpadu berbasis perkebunan dan pesisir. Pengembangan ini dilakukan melalui sinergi dengan InJourney serta mitra perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kasan, menegaskan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi langkah awal pembangunan pusat riset perkebunan nasional yang terintegrasi. Menurutnya, keberhasilan program akan diukur dari implementasi di lapangan serta kemampuan menghasilkan bibit unggul yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, PTPN I optimistis pusat riset bibit unggul di Lampung Selatan akan menjadi rujukan nasional dalam pengembangan material tanam berkualitas. Targetnya, program ini mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat daya saing perkebunan Indonesia di pasar global.