KALIANDA — Rumah baru bukan lagi sekadar atap dan dinding bagi warga miskin di Lampung Selatan. Pemerintah kabupaten memastikan setiap penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga akan dibekali kemampuan memproduksi pangan sendiri melalui program Kebun, Kolam, dan Kandang (K3).
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan pembangunan rumah harus menjadi titik awal peningkatan kesejahteraan, bukan sekadar tempat berteduh.
"Harapannya, masyarakat penerima RTLH dapat memenuhi kebutuhan protein dan pangan secara mandiri melalui program Kebun, Kolam, dan Kandang. Program ini juga menjadi upaya mendukung pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, serta penurunan angka stunting," kata Supriyanto di Kalianda, Senin.
Konsep K3: Kolam Ikan dan Kandang Ayam di Pekarangan Sendiri
Setiap keluarga penerima bantuan akan didorong memanfaatkan lahan di sekitar tempat tinggal mereka. Konsepnya sederhana: menanam sayur, membudidayakan ikan dalam kolam terpal, atau memelihara ayam dan bebek, tergantung kondisi lingkungan masing-masing.
Dengan begitu, bantuan pemerintah tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi keluarga miskin. Program ini dirancang agar dampaknya berkelanjutan, bukan bantuan habis pakai.
Integrasi dengan Program Desa Sehat untuk Percepatan
Pemkab Lampung Selatan tidak berjalan sendiri. Program K3 dan RTLH ini diintegrasikan dengan Program Desa Sehat yang sudah berjalan. Tujuannya, agar pendampingan terhadap warga miskin lebih terpadu dan hasilnya bisa diukur langsung.
Supriyanto meminta Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Perumahan dan Permukiman segera menyusun desain teknis yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Konsep K3 akan dibuat dalam beberapa kategori agar bisa diterapkan di lahan sempit maupun luas.
Anggaran Berbasis Fungsi, Bukan Proyek
Sekda Lampung Selatan memberikan arahan tegas dalam penyusunan anggaran. Ia meminta agar perencanaan tidak sekadar mengejar nominal proyek, tetapi benar-benar menghitung kebutuhan nyata di lapangan.
"Jangan pekerjaan berbasis uang, tetapi uang berbasis fungsi. Hitung kebutuhan riil agar kebun, kolam, dan kandang benar-benar dapat dibangun dan dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.
Targetnya, konsep K3 beserta kebutuhan anggaran rampung dalam waktu dekat. Setelah itu, program akan diterapkan di lokasi percontohan sebelum direplikasi secara bertahap ke seluruh kecamatan di Lampung Selatan.
Menekan Stunting dari Halaman Rumah
Integrasi program ini juga menjadi strategi baru dalam penurunan angka stunting. Dengan ketersediaan protein hewani dari kolam dan kandang sendiri, asupan gizi keluarga miskin diharapkan meningkat tanpa harus bergantung pada bantuan pangan dari luar.
Pemkab Lampung Selatan mencatat, pendekatan ini lebih efektif karena membangun kemandirian, bukan ketergantungan. Warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga produsen pangan bagi keluarganya sendiri.