BPBD Lampung Kerahkan 350 Personel Satgas Darat dan Water Bombing Padamkan Karhutla TNWK Sejak 15 September

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 06:31:01 WIB
Kepala BPBD Lampung Aswarodi menyatakan pemadaman titik api utama di kawasan TNWK masih berlangsung sejak 15 September.

BANDAR LAMPUNG — Kepala BPBD Lampung Aswarodi menyatakan pihaknya masih berjibaku memadamkan titik api utama di kawasan TNWK. Pemantauan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan di Posko OMC Bandara Raden Intan II pada Sabtu (17/10/2026).

"Sampai dengan hari ini, kondisi kebakaran hutan di provinsi Lampung terdapat beberapa titik hotspot yang sedang kami tangani. Mulai dari tanggal 15 September hingga sekarang, pemerintah masih terus berupaya berjibaku memadamkan titik api utama yang berlokasi di TNWK," kata Aswarodi.

25 Titik Panas Terdeteksi di Kawasan TNWK

Laporan BMKG mencatat 73 titik panas tingkat kepercayaan sedang dan 11 titik panas tingkat kepercayaan tinggi di Lampung. Kawasan TNWK menyumbang 25 titik panas berskala sedang dan mendominasi jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Selain TNWK, karhutla juga terpantau di Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat. Titik api di dekat jalan tol perbatasan Tulang Bawang Barat–Tulang Bawang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Satgas Darat Melibatkan Kodam hingga Masyarakat Peduli Api

Sebanyak 350 personel tergabung dalam Satgas Darat. Tim gabungan terdiri dari unsur Kodam, Batalyon TV, Kodim, BPBD Lampung Timur, hingga Masyarakat Peduli Api.

Operasi jalur udara dijalankan atas permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB. Bantuan diwujudkan melalui pengerahan helikopter water bombing serta pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca. Pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut atensi langsung Presiden.

Pemprov Lampung bekerja sama dengan vendor Smart Aviation, berbeda dengan vendor udara pada era kepemimpinan Kepala BPBD Rudi Syawal. Penyemaian awan berlangsung sejak 10 Oktober lalu.

Tiga Sorti Terbang, Hujan Ringan Jatuh di Metro dan Natar

Tim udara telah melaksanakan tiga sorti penerbangan di atas langit Lampung. Hujan ringan sempat turun pada 11 Oktober 2026 setelah HCL disemai ke awan, namun air hujan jatuh di wilayah Metro dan Natar akibat pergerakan angin.

Sejak 14 Oktober, pertumbuhan awan konvektif di langit Lampung bagian timur dilaporkan sangat minim. Kondisi itu membuat Smart Aviation kesulitan melakukan penyemaian cuaca tambahan.

Helikopter water bombing juga menghadapi kendala saat memadamkan titik api di dalam TNWK. Rapatnya tajuk dan vegetasi pohon tinggi membuat kucuran air terhalang sehingga hanya sampai ke dasar lahan gambut dalam bentuk percikan kecil.

Titik Api di Kebun Karet Dekat Tol Tulang Bawang Padam Total

Titik api di kawasan tol perbatasan Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa sisa asap pada Sabtu pagi. Pemadaman lewat jalur darat berjalan lancar karena areanya mudah dijangkau.

Proses pemadaman dikoordinasikan BPBD Tulang Bawang Barat, BPBD Tulang Bawang, BPBD Lampung Tengah, bersama Damkar, Brimob, serta petugas pemadam internal PT HIM. Lahan yang terbakar dipastikan area kebun karet, bukan lahan gambut seperti di kawasan taman nasional.

Pihak berwenang menduga kuat ada kelalaian manusia di balik kebakaran perkebunan karet. Faktor penyebab seperti membuang puntung rokok sembarangan hingga kemungkinan unsur kesengajaan masih diselidiki petugas.

Penyemaian Awan Dilanjutkan jika Ada Potensi Konvektif

BPBD bersama Smart Aviation akan terus memonitor pergerakan cuaca dan menyiagakan armada pesawat OMC. Intervensi penyemaian awan langsung dilanjutkan kembali jika terdapat potensi awan yang tumbuh secara konvektif di langit Lampung Timur.

Kolaborasi satgas darat dan operasi modifikasi cuaca diharapkan menuntaskan bencana hidrometeorologi secara menyeluruh. Padamnya karhutla menyelamatkan ekosistem hayati, mengamankan aktivitas transportasi, dan mencegah gangguan kesehatan pernapasan bagi warga Lampung.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: newslampungterkini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top