TULANG BAWANG BARAT — Partai puncak Liga Santri 2026 mempertemukan LPNU Tubaba dengan Ranting NU Mulya Kencana di hadapan pendukung kedua kesebelasan. Bagi LPNU Tubaba, laga itu bukan sekadar final biasa: kemenangan berarti trofi tetap tinggal di tangan mereka untuk musim kedua beruntun.
Ketua LPNU Tubaba Gufron Setiawan menilai keberhasilan timnya lahir dari kekompakan dan sportivitas yang dijaga para pemain sejak babak penyisihan hingga partai puncak.
Liga Santri 2026 digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Turnamen mini soccer ini mempertemukan tim-tim dari ranting NU dan lembaga otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama setempat.
Bagi LPNU Tubaba, gelar tahun ini melengkapi capaian serupa pada edisi sebelumnya. Dua trofi beruntun menempatkan tim mini soccer lembaga perekonomian NU itu sebagai salah satu kekuatan yang konsisten di kompetisi antar-ranting.
Gufron menyampaikan rasa syukur atas prestasi tersebut. Ia berharap para pemain tidak berhenti berkembang setelah meraih gelar juara.
"Kami bersyukur atas prestasi ini. Semoga kemenangan tidak membuat tim cepat berpuas diri, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkembang. Lebih dari sekadar juara, olahraga harus menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga sportivitas, dan memperkuat persaudaraan warga Nahdliyin," kata Gufron.
Ia menegaskan bahwa nilai kompetisi bagi warga NU bukan hanya soal hasil akhir di lapangan. Turnamen dinilainya menjadi ruang bertemu antar-ranting yang jarang terhubung dalam kegiatan sehari-hari.
Gufron juga menyoroti peran pengusaha Nahdlatul Ulama di Tubaba. Menurutnya, keberhasilan tim mini soccer seharusnya memantik kalangan pengusaha NU untuk lebih aktif mendukung kegiatan ke-NU-an di kabupaten tersebut.
Dukungan itu dinilai penting agar kegiatan seperti Liga Santri bisa berjalan lebih sering dan menjangkau lebih banyak ranting. Semangat Hari Santri, kata Gufron, perlu diwujudkan lewat kegiatan positif yang membangun kebersamaan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Prestasi LPNU Tubaba di Liga Santri 2026 diharapkan menjadi modal untuk kompetisi berikutnya. Para pemain diminta menjaga ritme latihan agar kemampuan tim terus meningkat pada turnamen-turnamen mendatang.