Gubernur Lampung Dorong Paket Wisata Berbasis Pengalaman, Incar Kunjungan Harian di Luar Akhir Pekan

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:31:01 WIB
Gubernur Lampung Rahmat meninjau kesiapan destinasi wisata di kawasan Pesawaran.

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menilai paket wisata berbasis pengalaman atau experience based tourism bisa menjadi penggerak baru kunjungan wisatawan. Rahmat menyebut pemerintah daerah mendukung penguatan sektor pariwisata lewat perluasan konektivitas penerbangan internasional, pengembangan paket wisata, dan peningkatan promosi destinasi unggulan Lampung kepada wisatawan mancanegara.

Sejumlah jenis paket yang disebutkan mencakup island hopping di kawasan Kota Bandarlampung dan Kabupaten Pesawaran, snorkeling, wisata kuliner, trekking di Taman Hutan Raya (Tahura), serta pengembangan wisata desa berbasis budaya Lampung.

Kesiapan Destinasi dan Mutu Layanan Jadi Syarat

Pengembangan paket wisata dinilai tidak cukup berhenti pada penawaran pengalaman. Rahmat menegaskan hal itu harus diiringi kesiapan destinasi dan kualitas pelayanan.

"Pengembangan paket wisata ini harus diiringi kesiapan destinasi dan kualitas pelayanan juga," katanya.

Tujuannya agar wisatawan yang datang memperoleh pengalaman baik, sehingga tertarik datang kembali dan merekomendasikan Lampung kepada wisatawan lain.

Mengapa Kunjungan Hari Kerja Perlu Digenjot

Rahmat menyoroti pola kunjungan yang selama ini menumpuk di akhir pekan. Menurut dia, produk wisata perlu dikembangkan agar tidak hanya berorientasi pada akhir pekan, tetapi juga mampu menarik kunjungan pada hari kerja.

"Penting juga dilakukan pengembangan produk wisata yang tidak hanya berorientasi pada akhir pekan, tetapi juga mampu menarik kunjungan pada hari kerja untuk memaksimalkan kunjungan wisata di daerah," ucap dia.

Pemerataan kunjungan sepanjang pekan dinilai membuka peluang menaikkan tingkat hunian hotel, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas dampak ekonomi pariwisata.

Para pelaku industri diminta mengidentifikasi pasar potensial pada Senin hingga Kamis, lalu mengemas pengalaman wisata yang sesuai kebutuhan wisatawan.

"Para pelaku industri juga perlu mengidentifikasi pasar potensial pada Senin hingga Kamis, kemudian mengemas pengalaman wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Kalau paket wisata pada hari kerja bisa tumbuh, kunjungan pada akhir pekan juga akan ikut berkembang," tambahnya.

ASITA Lampung Travel Fair 2026 Digelar 30 Oktober-1 November

Rahmat menyebut potensi pariwisata Lampung sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Pelaku usaha perjalanan diminta menangkap peluang pasar wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk wisatawan dari berbagai kabupaten di Lampung yang daya beli dan minat perjalanannya terus berkembang.

Promosi pariwisata juga diarahkan memanfaatkan kegiatan ASITA Lampung Travel Fair 2026.

"Dan promosi pariwisata juga dapat dilakukan dengan adanya kegiatan ASITA Lampung Travel Fair 2026. Kami berharap promosi pariwisata semakin luas, konektivitas internasional semakin kuat, dan kerja sama antara pelaku industri pariwisata mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar dia.

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Lampung Ahmad Al Akhran menyatakan ASITA Lampung Travel Fair 2026 akan digelar pada 30 Oktober-1 November 2026.

"ASITA Lampung Travel Fair 2026 akan digelar pada 30 Oktober-1 November 2026, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung keberlanjutan penerbangan internasional Lampung-Malaysia. Sekaligus membuka peluang kerja sama pariwisata yang saling menguntungkan bagi kedua daerah, serta memperkuat hubungan antara agen perjalanan Lampung dan Malaysia," kata Ahmad Al Akhran.

Menurut dia, promosi paket wisata Malaysia kepada masyarakat Lampung akan membentuk kerja sama timbal balik sehingga wisatawan Malaysia juga semakin banyak berkunjung ke Provinsi Lampung.

"Kami berharap penerbangan internasional ini tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi Lampung. Tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menggerakkan UMKM, usaha perjalanan wisata, perhotelan, dan perekonomian masyarakat," tambahnya.

27 Juta Kunjungan Domestik dan Rp 55 Triliun ke PDRB Lampung

Data yang disebut dalam keterangan itu mencatat kunjungan wisatawan domestik pada 2025 melonjak hingga 27 juta kunjungan, dari 17 juta kunjungan pada 2024. Sektor ini disebut menyumbang sekitar Rp 55 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top