Honda Kembali Gandeng Red Bull di MotoGP 2027, Livery Mirip KTM

Penulis: Rendi Kusuma  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:37:31 WIB
Logo Red Bull kembali menghiasi fairing dan spatbor depan motor Honda RC213V untuk MotoGP 2027.

LAMPUNG — Honda Racing Corporation resmi memperpanjang kerja sama dengan Red Bull untuk MotoGP 2027, menghadirkan kembali logo banteng merah di fairing dan spatbor depan motor RC213V. Kemitraan ini juga memaksa Fabio Quartararo mengakhiri kontrak jangka panjangnya dengan Monster Energy saat bergabung ke Honda musim depan. Durasi pasti kesepakatan belum diumumkan, tetapi Honda menyebut kolaborasi ini krusial menyambut era mesin 850 cc.

Keputusan HRC memperbarui kontrak sponsor ini menutup periode perpisahan yang berlangsung sejak akhir 2024. Setelah satu musim berjalan tanpa dukungan Red Bull, tim pabrikan Jepang tersebut memilih kembali ke mitra lama mereka untuk menghadapi perubahan regulasi teknis terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Logo Banteng Merah Kembali di Fairing Honda

Logo dua banteng merah dengan latar matahari akan kembali menempel di bagian fairing dan spatbor depan motor Honda. Identitas visual Red Bull tidak hanya hadir di motor, tetapi juga di area garasi tim dan seragam para pebalap.

Kembalinya elemen grafis ini membuat tampilan motor Honda berpotensi memiliki kemiripan dengan KTM. Pabrikan asal Austria tersebut memang sudah lama menjadikan Red Bull sebagai sponsor utama, dengan skema warna oranye-biru yang identik dengan merek minuman energi itu.

Dampak ke Fabio Quartararo: Tinggalkan Monster Energy

Kesepakatan Honda-Red Bull membawa konsekuensi langsung bagi Fabio Quartararo. Rider Prancis yang akan memperkuat Honda musim depan itu harus mengakhiri kemitraan pribadinya dengan Monster Energy.

Monster Energy merupakan pesaing langsung Red Bull di segmen minuman energi. Selama membela Yamaha, Quartararo dikenal sebagai salah satu atlet yang identik dengan branding Monster Energy di helm dan seragam balapnya.

Sejarah Kerja Sama Honda dan Red Bull

Kolaborasi kedua perusahaan bukan hal baru. Honda dan Red Bull pertama kali menjalin kerja sama pada 2015, sebelum berakhir di penghujung 2024. Setelah melewati musim terpisah, keduanya kembali menjalin kemitraan jangka panjang.

Meski disebut sebagai kemitraan jangka panjang, durasi pasti kerja sama terbaru ini belum diumumkan secara resmi oleh HRC maupun Red Bull.

Alasan Honda: Menyambut Era Mesin 850 cc

Presiden HRC Koji Watanabe menyebut kelanjutan kerja sama ini sebagai modal penting menyambut perubahan regulasi MotoGP 2027. Pada musim tersebut, kapasitas mesin motor turun menjadi 850 cc dari sebelumnya 1000 cc.

"Honda HRC dan Red Bull adalah dua perusahaan yang saling mengenal dengan baik di berbagai disiplin balap motor, dan saya senang dapat melanjutkan kolaborasi kami di MotoGP," kata Watanabe.

"Saat kami bersiap menghadapi fase baru Kejuaraan Dunia MotoGP dengan motor 850 cc, sangat penting bagi kami untuk bisa mengandalkan mitra yang memiliki tujuan dan ambisi yang sama dengan kami," ujarnya.

Target Alberto Puig: Kembali Jadi Tolok Ukur

Manajer tim Honda Alberto Puig menegaskan kerja sama dengan Red Bull dibangun atas dasar pengalaman kedua pihak di berbagai kejuaraan balap motor dunia. Keduanya disebut memiliki ambisi sama untuk meraih kemenangan.

"Saat MotoGP bersiap memasuki era baru dengan motor baru, peraturan baru, dan tujuan baru seperti Kejuaraan Dunia, kami memperbarui kerja sama kami dengan Red Bull," kata Puig.

"Saya tahu bahwa tidak ada satu pun pihak yang akan puas dengan hasil selain kemenangan, dan justru karena itulah kita harus berupaya agar kombinasi ini kembali menjadi tolok ukur," tukasnya.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Durasi pasti kerja sama belum diumumkan, hanya disebut "jangka panjang" tanpa angka tahun
  • Kemiripan livery dengan KTM berpotensi memicu kebingungan identitas visual di lintasan
  • Belum ada konfirmasi resmi soal skema warna final motor Honda 2027
Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top