Disdikbud Lampung Ajak Insan Pendidikan Bumikan Nilai Pancasila Lewat Kebiasaan Harian

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:01:01 WIB
Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico memimpin peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan pendidikan Provinsi Lampung.

BANDAR LAMPUNG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menekankan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipahami dan dihafalkan. Nilai-nilai dasar negara itu, katanya, harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan di Lampung. Thomas menilai pendidikan bukan hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan sikap peserta didik.

Mengapa Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Cuma Dihafal

Menurut Thomas, pemahaman Pancasila yang berhenti di tingkat hafalan tidak cukup membekali generasi muda menghadapi tantangan ke depan. Ia mendorong penguatan sikap respek dan integritas di kalangan pelajar sebagai bekal utama.

"Intinya, kita harus membumikan Pancasila dalam kehidupan. Apa yang terkandung dalam Pancasila harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Thomas saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Ia menambahkan, karakter yang kuat, kemampuan menghargai orang lain, serta menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab menjadi fondasi yang perlu terus ditumbuhkan. Lingkungan sekolah dinilai sebagai tempat paling strategis untuk menanamkan nilai-nilai itu sejak dini.

Respek dan Integritas Jadi Bekal Generasi Muda

Thomas menekankan pentingnya mendorong sikap respek dan integritas di kalangan generasi muda. Dua hal itu disebutnya sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.

"Respek dan integritas harus kita dorong terus untuk generasi muda ke depan. Mereka harus memiliki karakter yang kuat, mampu menghargai orang lain, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab," katanya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pendidikan di Provinsi Lampung menumbuhkan budaya saling menghormati, toleransi, tolong-menolong, dan saling menjaga. Budaya itu dinilai perlu hidup tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

"Yang harus kita tanamkan adalah bagaimana kita saling menghormati, toleransi, saling tolong-menolong, dan saling menjaga. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari," ajaknya.

Peringatan Jangan Berhenti di Seremoni

Thomas menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum itu, menurutnya, harus menjadi titik penguatan komitmen seluruh insan pendidikan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila secara nyata.

Ia berharap seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik di Provinsi Lampung menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan. Lingkungan pendidikan diharapkan menjunjung tinggi karakter, integritas, toleransi, serta semangat gotong royong.

"Pancasila harus hadir dalam tindakan kita sehari-hari. Kalau nilai-nilai Pancasila sudah kita amalkan, mulai dari saling menghormati, toleransi, tolong-menolong, dan menjaga satu sama lain, maka kita ikut menjaga persatuan bangsa," pungkasnya.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: hariankandidat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top