LAMPUNG — Honda CB250SS diperkenalkan sebagai motor konsep bergaya scrambler di ajang Chongqing Show 2026 yang berlangsung di China. Model ini dibangun dari basis Honda CB250R yang selama ini hanya dijual di pasar terbatas Asia seperti Malaysia dan Jepang, namun tampil dengan konsep berbeda dari versi Neo Sport Cafe. Kabarnya CB250SS bukan sekadar purwarupa pajangan dan berpotensi masuk lini produksi pada 2027.
Kemunculan Honda CB250SS di pameran Chongqing Show 2026 menyita atensi pengunjung dan ramai dibahas di media sosial, termasuk oleh netizen Indonesia. Motor ini diposisikan sebagai alternatif bergaya scrambler dari platform 250cc yang sudah dikenal lewat CB250R dan Honda CL250.
Honda CB250SS memakai dasar desain Honda CB250R, model neo sport cafe yang hanya dijual di sebagian kecil negara Asia termasuk Malaysia dan Jepang. Di luar pasar tersebut, Honda menghadirkan versi 300cc untuk kebutuhan global.
Perbedaan utama terletak pada gaya. Jika CB250R mengusung konsep sport naked retro modern, CB250SS mengacu pada konsep scrambler. Honda sebenarnya sudah punya varian scrambler yang lebih proper lewat Honda CL250, sehingga posisi CB250SS terlihat sebagai interpretasi lokal pasar China.
Pasar China bukan wilayah baru untuk model bergaya seperti ini. Honda sebelumnya sudah punya Honda CB190SS, yang merupakan diversifikasi dari CB190R. CB250SS disebut dikembangkan dan diproduksi sendiri di China dengan penyesuaian selera pasar setempat.
Langkah tersebut masuk akal mengingat jaringan produksi dan distribusi Honda di China sudah mapan untuk model bermesin kecil hingga menengah.
Meski masih berstatus konsep, CB250SS sudah memberi gambaran soal arah desain versi produksinya. Elemen yang terlihat antara lain lampu bulat LED dengan windshield minimalis, tangki membulat, dan jok minimalis berkontur bergelombang.
Kaki-kaki tampil kekar dengan ban berpatern dual purpose yang memperkuat kesan retro. Suspensi depan memakai upside down, sementara panel meter full digital berbentuk bulat sudah bisa terkoneksi dengan smartphone.
Berbeda dari model retro yang biasanya menyasar konsumen bernostalgia, CB250SS diarahkan ke calon pembeli muda yang ingin tampil stylish. Paduan warna bodi putih dengan strip grafis merah minimalis dipadukan jok coklat memberi kesan trendi dan modis.
Pendekatan ini sejalan dengan tren motor retro modern di pasar Asia yang menekankan tampilan, bukan sekadar sejarah model.
Karena masih berupa konsep, spesifikasi teknis CB250SS belum diungkap. Namun dari bentuk platform mesin, rangka, dan model knalpotnya, motor ini diduga memakai basis mesin Honda CB250R berkapasitas 250cc DOHC satu silinder berpendingin cairan.
Mesin serupa juga dipakai pada Honda CRF250 Rally dan Honda Rebel 250, sehingga secara teknis sudah terbukti di beberapa model produksi.
Kubikasi 250cc secara pajak menguntungkan untuk pasar Indonesia karena tidak terkena PPNBM, sehingga banderol harga berpotensi lebih terjangkau. Namun pasar sport 250cc di tanah air saat ini justru menyusut, membuat peluang penjualannya dinilai sulit.
Jika CB250SS benar masuk lini produksi pada 2027, keputusan Honda menghadirkan model ini di Indonesia akan bergantung pada perhitungan volume penjualan dan posisinya terhadap model yang sudah ada.