LAMPUNG TENGAH — Seorang siswa kelas 3 sekolah dasar di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng yang menjadi bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden terjadi pada Selasa (22/9) sekitar pukul 7.40 WIB.
Korban sempat mendapat pertolongan pertama dari satpam sekolah dan guru. Ia sempat memuntahkan sisa makanan, namun kelengkeng yang diduga menyumbat pernapasan tidak keluar.
Satpam dan guru yang berada di lokasi langsung berupaya menolong korban begitu insiden terjadi. Upaya itu sempat membuat korban memuntahkan sebagian makanan yang dikonsumsinya.
Meski demikian, buah kelengkeng yang diduga menyumbat saluran pernapasan tidak ikut keluar. Kondisi korban memburuk dan nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa ini menambah daftar insiden yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG di sekolah dasar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dinas pendidikan setempat mengenai kronologi lengkap dan langkah penanganan.
Kelengkeng termasuk buah yang disajikan dalam menu MBG di sejumlah daerah. Buah berbiji kecil ini berisiko tinggi bagi anak-anak jika dikonsumsi tanpa pengawasan, terutama saat makan dalam kondisi tergesa-gesa.
Insiden di Lampung Tengah ini menimbulkan pertanyaan soal pengawasan konsumsi makanan di sekolah. Program MBG menyasar siswa sekolah dasar yang secara usia masih rentan terhadap risiko tersedak.
Pemerintah daerah dan pengelola program belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Keluarga korban juga belum memberikan keterangan kepada media.
Anak usia sekolah dasar masih dalam tahap perkembangan kemampuan mengunyah dan menelan. Buah berbiji seperti kelengkeng memerlukan pengawasan ekstra saat disajikan dalam program makan bersama.
Beberapa sekolah sebelumnya menerapkan pendampingan guru saat siswa menyantap menu MBG. Namun, kejadian di Lampung Tengah menunjukkan pengawasan tersebut belum sepenuhnya mencegah risiko.
Hingga kini belum ada informasi mengenai apakah menu kelengkeng akan dievaluasi dalam pelaksanaan MBG di Lampung Tengah. Pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan resmi mengenai insiden ini.