PT ASDP Indonesia Ferry memastikan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni tetap beroperasi normal meski abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sempat mengganggu jalur penerbangan pekan ini. Sebanyak 19 keberangkatan dari empat kapal eksekutif dijadwalkan melayani lintasan Selat Sunda pada Senin, 14 September 2026. Pengusaha kapal menegaskan mesin kapal aman dari abu vulkanik karena rute pelayaran laut tidak terpapar langsung seperti jalur penerbangan.
MERAK — Jadwal keberangkatan kapal eksekutif dari Pelabuhan Merak, Banten, tetap berjalan sesuai rotasi normal. Empat kapal beroperasi bergantian dengan interval 75 menit sepanjang hari.
KMP Jatra III melayani lima keberangkatan, yakni pukul 00.15, 05.15, 10.15, 15.15, dan 20.15 WIB. KMP Legundi juga lima kali berlayar pada 01.30, 06.30, 11.30, 16.30, dan 21.30 WIB.
Dua kapal lain melengkapi jadwal. KMP Batumandi berangkat pukul 02.45, 07.45, 12.45, 17.45, dan 22.45 WIB. Sementara KMP Sebuku melayani empat keberangkatan pada 04.00, 09.00, 14.00, dan 19.00 WIB.
ASDP memastikan mesin kapal aman dari paparan abu vulkanik. Rute pelayaran laut dinilai tidak terpapar langsung seperti jalur penerbangan yang melintasi ketinggian tertentu.
Perbedaan ini yang membuat penyeberangan Selat Sunda tetap beroperasi saat sejumlah penerbangan terganggu letusan Gunung Anak Krakatau pekan ini. Pengusaha kapal menyebut kondisi mesin tidak terdampak material vulkanik.
Lama penyeberangan Merak-Bakauheni sekitar 2-2,5 jam, bergantung cuaca dan gelombang. Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi lapangan.
Calon penumpang diingatkan memesan tiket secara online sebelum masuk pelabuhan. Pemesanan dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy di ferizy.com.
Aturan ini berlaku untuk semua kategori golongan kendaraan. Mulai pejalan kaki, sepeda motor, mobil pribadi (Golongan IVA), bus, hingga truk (Golongan V-IX).
Pemesanan lebih awal membantu mengurai antrean di pintu masuk pelabuhan. Penumpang yang belum memiliki tiket elektronik tidak dilayani di loket pelabuhan.
Normalnya layanan penyeberangan menjadi alternatif saat moda udara terganggu. ASDP menyiagakan empat kapal eksekutif untuk menjaga rotasi tetap berjalan.
Rotasi 75 menit antar keberangkatan memberi ruang bagi penumpang menyesuaikan waktu kedatangan. Total 19 keberangkatan tersedia dari Pelabuhan Merak sepanjang Senin.
Penumpang disarankan tiba lebih awal di pelabuhan. Waktu tempuh 2-2,5 jam per lintasan membuat jadwal kedatangan di Bakauheni bergeser mengikuti kondisi laut.
ASDP meminta calon penumpang memantau informasi resmi jika cuaca berubah. Perubahan jadwal bisa terjadi mengikuti gelombang dan kondisi lapangan di Selat Sunda.
| Kapal | Jam Berangkat dari Merak (WIB) |
|---|---|
| KMP Jatra III | 00.15, 05.15, 10.15, 15.15, 20.15 |
| KMP Legundi | 01.30, 06.30, 11.30, 16.30, 21.30 |
| KMP Batumandi | 02.45, 07.45, 12.45, 17.45, 22.45 |
| KMP Sebuku | 04.00, 09.00, 14.00, 19.00 |
Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan operasional pelabuhan.