LAMPUNG — Pelepasan berlangsung di Surabaya, dipimpin langsung Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo. Dua tim dikirim ke Jepang dengan misi berbeda: voli pantai putra memburu emas, voli indoor putri mengejar posisi lima besar.
Tim voli pantai putra diperkuat dua pasangan, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi serta Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly. Keduanya diharapkan bersaing di level teratas Asia.
Imam Sudjarwo menyebut target emas sebagai harga mati untuk sektor pantai. Ia menaruh harapan besar pada pengalaman Bintang dan Sofyan.
"Yang pertama, untuk voli pantai putra, target kami diharapkan bisa membawa pulang emas. Kami menargetkan emas. Mudah-mudahan Bintang dan Sopian, dengan berbagai pengalaman yang hebat itu, bisa menang di sana," ujar Imam dalam rilis resmi, Minggu (13/9/2026).
Dua pasangan itu akan bersaing di nomor pantai putra melawan negara-negara kuat Asia. Ofisial yang mendampingi adalah Slamet Mulyanto dan Andy Ardiansyah.
Di sektor indoor putri, PBVSI menyerahkan komando kepada Marcos Sugiyama. Pelatih asal Jepang itu memilih 12 pemain, mayoritas wajah baru namun kaya pengalaman internasional.
Nama-nama yang dibawa antara lain Medi Yoku sebagai kapten, Ersandrina Devega, Putri Agustin, Tina Syifa, Azzahra Dwi Febyane, serta libero Indah Guretno. Sugiyama didampingi Pedro Bertholomeus Lilipaly dan Bobby Ade Setiawan, dengan Henny Maspaitella sebagai pelatih fisik dan Loudry Maspaitella sebagai manajer.
Persiapan tim putri menyentuh 100 persen setelah melewati AVC Cup, SEA V Cup, AVC Continental 2026, hingga uji coba melawan Korea Selatan.
"Persiapan kami sudah 100 persen, semua tahu tim ini dibentuk dengan proses persiapannya sudah panjang. Sejak ada AVC Cup, kemudian SEA V Cup serta AVC Continental, dan bahkan ada laga uji coba melawan Korea Selatan. Untuk tim putri target saya tembus lima besar, lawan Nepal kami harus menang. Itu harga mati lawan Nepal, sehingga kita bisa masuk delapan besar. Tapi target kami minimal lima besar. Syukur lebih baik daripada itu," kata Imam.
Catatan terakhir tim putri mendukung target tersebut. Pada AVC Continental 2026 di Tianjin, China, mereka finis kelima setelah menang 3-0 atas Kazakhstan dan Australia.
Awal tahun di AVC Cup 2026 Condon, Filipina, hasil serupa diraih usai mengalahkan Australia 3-0 dengan skor 25-13, 25-19, dan 26-24.
Kapten Medi Yoku menilai rekan-rekannya termotivasi membawa nama Indonesia. Ia berharap tim bermain lepas tanpa terbebani target.
"Saya berharap karena kebanyakan pemain masih muda, semuanya bisa bermain lepas dan menikmati pertandingan. Tidak perlu terlalu memikirkan target atau hasil. Penting bisa kami mendapatkan pengalaman karena ini juga merupakan pengalaman pertama bagi sebagian besar pemain mengikuti Asian Games," tuturnya.
Perjuangan Caca Devega dan kolega dimulai Kamis (17/9/2026) melawan Nepal, lalu berlanjut melawan tuan rumah Jepang sehari berselang, Jumat (18/9/2026).
Susunan timnas voli putri Indonesia: Setter Arneta Putri dan Ajeng Nur Cahaya; middle blocker Chelsea Berliana, Maradanti Namira, Geofanny Eka; opposite Khanza Putri Yansi; outside hitter Medi Yoku, Putri Agustin, Ersandrina Devega, Tina Syifa, Azzahra Dwi Febyane; libero Indah Guretno.
Timnas voli pantai putra: Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi dan Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly, dengan ofisial Slamet Mulyanto dan Andy Ardiansyah.
Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya menjadi panggung pembuktian dua sektor voli Indonesia. Bagi tim putri, ini pengalaman perdana Asian Games bagi sebagian besar pemain. Bagi tim pantai putra, ini kesempatan mengubah target emas menjadi kenyataan.