5 Jurnalis Hilang di Erupsi Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan 11 Kapal dan Ratusan Personel di Hari Ketiga

Penulis: Rendi Kusuma  •  Jumat, 11 September 2026 | 09:38:01 WIB
Tim SAR gabungan memperluas pencarian lima jurnalis hilang ke enam sektor perairan Banten pada hari ketiga.

Basarnas mengerahkan 11 kapal dan lebih dari 300 personel gabungan untuk mencari lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas. Operasi hari ketiga diperluas menjadi enam sektor pencarian di perairan Banten, Kamis (10/9) malam. Direktur Pemberitaan ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyatakan apresiasi atas penambahan kekuatan tim SAR gabungan.

PANDEGLANG — Tim SAR gabungan memperluas area pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada hari ketiga operasi, Basarnas mengerahkan 11 kapal dan lebih dari 300 personel yang tersebar di enam sektor perairan Banten.

Lima jurnalis yang belum ditemukan yakni Muhammad Bagus Khoirunas (pewarta foto ANTARA), Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Turut hilang dua awak kapal dan satu pemandu.

Dari Tiga Sektor ke Enam Sektor dalam Tiga Hari

Kepala Basarnas Mohammad Syafii merinci perkembangan operasi dari hari ke hari. Hari pertama pencarian digelar di tiga sektor dengan kekuatan yang tersedia. Hari kedua diperluas ke lima sektor.

"Hari ini kita kembangkan sampai di enam sektor dengan 11 kekuatan kapal, mulai dari KRI, TNI Angkatan Laut, juga kapal dari kepolisian yang cukup besar, dan kapal-kapal yang dimiliki Basarnas maupun teman-teman potensi di wilayah," kata Syafii di Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang.

Sebelas kapal yang dikerahkan yakni KRI Kerambit 627, KN Sar Tetuka, KRI Lepu, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB Peucang, RIB Lampung, dan KAL Pahowang.

Syafii menambahkan seluruh potensi dari kepolisian, angkatan darat, dan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh melalui BPBD. Pihaknya juga melibatkan nelayan sekitar dalam operasi pencarian.

Istri Pewarta Foto ANTARA Bertanya Langsung ke Kepala SAR dan Gubernur

Direktur Pemberitaan ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan yang telah bekerja sejak hari pertama. Ia menyoroti kesempatan Desi, istri Bagus, untuk berdialog langsung dengan Kepala SAR Banten dan Gubernur.

"Tadi juga kita melihat bersama bahwa Desi, istri dari pewarta jurnalis foto ANTARA, berkesempatan untuk bertanya secara langsung dengan Kepala SAR Banten dan Gubernur terkait pelaksanaan pencarian hari ini, dan kita bisa lihat bersama bahwa diskusinya cukup panjang, alhamdulillah dari Pemerintah Provinsi Banten dan Basarnas juga menjawabnya secara detail," ujar Virgandhi di posko yang sama.

Ia menuturkan keluarga masih menunggu pemutakhiran informasi terakhir dari Basarnas dan pihak terkait. Menurut Virgandhi, operasi pencarian hari itu melibatkan 11 kapal pendukung, nelayan sekitar, dan personel yang jumlahnya mungkin bertambah.

Presiden dan DPR Disebut Turut Menyoroti Pencarian

Virgandhi menyatakan kasus ini mendapat perhatian banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan DPR yang telah mengeluarkan pernyataan. Menurutnya, hal itu membuktikan keberpihakan pemerintah terhadap hilangnya jurnalis dan seluruh awak kapal sudah maksimal.

"Kami masih menunggu kabar terbaik untuk Bagus dan jurnalis lainnya termasuk juga para awak kapal dan pemandu. Kita ini sudah maksimal dan kami menunggu kabar terbaik yang nanti akan disampaikan secara resmi oleh Basarnas dan juga Pemprov Banten," papar Virgandhi.

Hingga Kamis malam, tim SAR gabungan belum mengumumkan hasil pencarian hari ketiga. Keluarga korban dan rekan-rekan jurnalis masih menantikan informasi resmi dari Basarnas dan Pemerintah Provinsi Banten.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top